
CEGAH PENULARAN VIRUS: Seorang perawat di Kanada bernama Samantha mengenakan masker N95. Masker jenis ini diutamakan digunakan oleh tenaga medis. Warga cukup menggunakan masker kain yang sudah efektif menahan droplet. (MIGUEL MEDINA/AFP)
JawaPos.com - Protokol kesehatan yang paling ampuh selama pandemi Covid-19 adalah memakai masker. Selama munculnya varian Delta sebelumnya, masker medis atau bedah menjadi senjata andalan untuk pencegahan. Masyarakat bahkan disarankan memakai masker dobel dan menghindari masker kain. Lalu seberapa efektif masker di tengah penyebaran Omicron?
Pakar kesehatan menyerukan dan merekomendasikan masker yang lebih baik selain vaksinasi dan booster. Seorang peneliti penyakit menular di Universitas Stanford dr. Abraar Karan, mengatakan bahwa sejauh ini masih sedikit data tentang varian baru.
"Sekarang harus meningkatkan kualitas masker," tegasnya. "Kami belum mengetahui detail penting tentang Omicron seperti transmisibilitas dan virulensi selama beberapa minggu," tulisnya di Twitter.
Ia menyarankan terutama dengan orang-orang berisiko tinggi seperti lansia dan orang dengan komorbid tetap patuh memakai masker. Terutama saat di dalam ruangan dan keramaian.
Varian Omicron mendorong banyak negara untuk memberlakukan pembatasan perjalanan sementara setelah terdeteksi di Afrika Selatan pekan lalu. Negara-negara termasuk AS, Inggris, Jepang, Israel, Prancis, dan Italia melarang perjalanan dari Afrika Selatan, Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, dan Eswatini.
Sebuah penelitian yang meneliti masker di Bangladesh menemukan bahwa masker yang terbuat dari kain kurang efektif dibandingkan masker bedah. Efisiensi penyaringan masker kain adalah 37 persen dibandingkan dengan masker bedah yang 95 persen.
Selain itu, masker bedah terbukti lebih efisien daripada masker kain setelah 10 kali pencucian. Dokter Karan merekomendasikan untuk beralih ke N95 atau masker bedah dengan penyangga masker untuk penutup wajah yang lebih baik. Menurut Armbrust American, N95 memiliki 99,95 persen Particle Filtration Efficiency (PFE).
KF94 dan KN95 juga bersifat protektif tetapi kurang efektif dibandingkan N95, menurut Aaron Collins, seorang insinyur mesin yang menguji efektivitas berbagai masker. Pakar kesehatan masyarakat terkemuka Leana Wen mengatakan bahwa perlindungan terbaik terhadap Omicron termasuk vaksinasi, booster, pengujian, dan masker di dalam ruangan publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
