alexametrics

Khasiat Seledri, Membantu Kendalikan Tekanan Darah dan Nyeri Lambung

Oleh: Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS *)
4 Juni 2022, 21:15:57 WIB

Seledri termasuk herbal aromatik dengan bau spesifik. Ternyata seperti herbal aromatik lain, seledri juga mempunyai khasiat untuk kesehatan. Secara tradisional, seledri digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan perut, pelancar air seni, laksatif, dan sedatif. Ada juga catatan khasiat untuk mengatasi masalah persendian dan meningkatkan sekresi air susu ibu.

NAMA ilmiah tanaman seledri adalah Apium graveolens dari suku Apiaceae. Daerah asal berlokasi di dataran rendah Italia, yang menyebar ke Mesir, Ethiopia, hingga India. Seledri termasuk dalam herbal yang disebutkan dalam sistem pengobatan Islam. Dalam buku Pengobatan Nabi Muhammad, daun seledri digambarkan bersifat ’’mendinginkan’’ lambung dan liver. Juga bekerja sebagai diuretik (memperlancar pengeluaran air seni) serta mengatasi masalah haid dan batu ginjal.

Bagian tanaman yang dipakai adalah akar, batang, daun, dan biji. Makin segar kualitas seledri, makin tajam baunya. Berbagai jenis masakan sup biasanya menggunakan seledri sebagai pewangi. Bau tanaman ditimbulkan minyak atsiri kandungannya. Ada lebih kurang 28 komponen kandungan minyak atsiri daun, di antaranya yang penting adalah 1-dodecanol, 9-octadecen-12-ynoic acid, methyl ester, dan tetradecence-1-ol acetate.

Minyak atsiri dari biji seledri mengandung limonen sebagai komponen utama. Biji mengandung caffeic acid, chlorogenic acid, apiin, apigenin, rutaretin, ocimene, bergapten, dan isopimpinellin, seslin, isoimperatorin, osthenol, gravebioside A dan B. Juga, ada vitamin B kompleks. Data kandungan itu ternyata mendukung hasil penelitian aktivitas seledri sebagai antioksidan. Yaitu, terutama karena tingginya kandungan senyawa golongan fenolik. Termasuk juga L-triptofan dan derivat metoksi fenil chromenon. Zat fito apigenin dan lutein diketahui mempunyai aktivitas antiinflamasi.

Seledri mentah adalah sumber serat, vitamin, dan mineral. Yaitu, vitamin A, K, B2, B6, C, folat, asam pantotenat, kalium, magnesium, dan molibdenum.

Jus Seledri dan Antihipertensi

Minuman dari rebusan daun seledri sudah dikenal di kalangan pengidap penyakit tekanan darah tinggi, juga di Indonesia. Secara rutin penderita hipertensi minum kombinasi obat antihipertensi, yang pasti punya efek samping. Efek samping yang kadang berbahaya adalah gangguan denyut jantung dan disfungsi seksual. Karena itulah, ada pasien hipertensi yang tetap ingin mengombinasikan obat dokter dengan herbal. Salah satu pilihan adalah rebusan daun seledri. Saat ini juga sudah ada obat berbahan herbal seledri yang sudah masuk golongan fitofarmaka. Yaitu, obat yang sudah memenuhi persyaratan berbagai uji, termasuk uji klinis, dan dijual di apotek.

Selain rebusan, jus daun dan tangkai seledri adalah minuman populer yang mengundang perhatian peneliti. Tangkai seledri kaya serat, mineral, magnesium, kalium, dan rendah natrium. Jadi cocok untuk mengendalikan tekanan darah.

Informasi dalam sebuah publikasi ilmiah terbaru tahun 2021 menyebutkan peran zat kandungan jus, yaitu 3-n-butylphthalide dan sedanolide, sebagai penurun tekanan darah. Keduanya adalah bagian dari minyak seledri yang menyebabkan bau dan aroma khas. Kerjanya melalui aktivitas sebagai vasodilator (melebarkan pembuluh darah) dan agen diuretik.

Ada penelitian lain yang dilakukan langsung pada subjek pasien lanjut usia yang mengalami tekanan darah tinggi. Subjek itu mengonsumsi jus seledri setiap hari selama enam bulan. Hasilnya memang menunjukkan penurunan tekanan diastolik dan sistolik darah. Ada berbagai dugaan kemungkinan mekanisme kerjanya. Satu di antaranya adalah sebagai penurun stres oksidatif.

Namun, penelitian seperti itu harus berlanjut untuk mendapatkan hasil yang valid berkaitan dengan mekanisme kerja. Sebab, minuman seledri untuk penurun tekanan darah perlu memperhatikan banyak persyaratan. Misalnya, pasien hipertensi yang mengalami retensi air (gangguan pengeluaran cairan dari dalam tubuh) perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum minum jus seledri. Apalagi kalau retensi terjadi karena kegagalan jantung kongestif.

Khasiat Biji Seledri

Selain daun, biji seledri banyak dimanfaatkan. Hasil studi peneliti India dalam publikasi 2021 membuktikan khasiat biji seledri yang ternyata berkaitan erat dengan aktivitas antioksidan. Hasil uji in vivo dan in vitro menunjukkan khasiat biji sebagai antikanker, antidiabetes, antihiperlipidemik, antimikrobial, dan antiinflamatori.

Hasil uji in vitro menemukan kerja asam fenolat, seperti p-coumaric acid, ferulic acid dan caffeic acid, sebagai anti kanker. Sifat seledri yang dikatakan dapat ’’mendinginkan” lambung mungkin bisa dikaitkan dengan kemampuan menyembuhkan nyeri lambung, kembung, dan spasme. Yaitu, hasil studi pada hewan yang menunjukkan khasiat ekstrak biji pada lambung sebagai antiradang dan antiulcer (luka lambung). Senyawa phthalide dalam biji diduga menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori penyebab tukak lambung. (*)

ALTERNATIF PEMANFAATAN SELEDRI

CAMPURAN SUP SAYURAN

• Gunakan daun dan tangkai seledri segar untuk mendapatkan hasil yang optimal.

• Siapkan bahan sup, cuci bersih, potong atau petik sesuai kebutuhan.

• Rebus dalam panci dengan api sedang, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan disangrai kalau perlu.

• Masukkan daun dan irisan tangkai seledri secukupnya sesaat sebelum api dimatikan.

REBUSAN DAUN DAN TANGKAI SELEDRI UNTUK PENGOBATAN KOMPLEMENTER

• Siapkan 4–5 batang seledri (disarankan yang organik). Cuci bersih, iris kecil.

• Rebus dalam 400 ml air dengan api sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, saring dan minum 200 ml sekali sehari.

• Cek langsung efek penurunan tekanan darah tinggi.

JUS SELEDRI

Bahan: batang seledri (disarankan produk organik), buah apel untuk memperbaiki rasa.

• Cuci bersih batang seledri dan apel, lalu iris.

• Masukkan bahan ke blender atau juicer secara bergantian agar homogen.

• Saring, lalu hidangkan langsung. Tidak lebih dari 24 jam sejak dibuat.

• Takaran 200 ml, dua kali seminggu.

PERINGATAN

• Konsumsilah seledri dalam jumlah secukupnya saja untuk menambah kelezatan makanan/minuman dan mendapatkan manfaat dari nutrisi kandungan.

• Untuk tujuan pengobatan, sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter yang merawat.

• Wanita hamil dan menyusui serta penderita epilepsi tidak disarankan menggunakannya untuk tujuan pengobatan.

• Waspadai kemungkinan reaksi sensitivitas atau alergi terhadap minuman jus seledri.


*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

YouTube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: