Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Januari 2021 | 18.30 WIB

Heboh Cabai Disemprot Zat Pewarna Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter

Cabai merah kaya akan vitamin C. (iStockphoto) - Image

Cabai merah kaya akan vitamin C. (iStockphoto)

JawaPos.com - Baru-baru ini masyarakat dibuat heboh dengan informasi cabai rawit yang disemprot zat pewarna kimia agar terlihat berwarna segar seperti merah dan oranye. Padahal, zat kimia yang disemprotkan itu sangat berbahaya jika terhirup apalagi saat dikonsumsi oleh masyarakat. Misalnya, pewarna tersebut bisa jadi menggunakan pewarna tekstil, bukan pewarna makanan yang aman.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan zat pewarna pada cabai tersebut mengandung zat kimia berbahaya yang mengandung logam berat. Jika terhirup akan berbahaya bagi pernapasan, dan jika dikonsumsi bisa merusak organ.

"Zat pewarna itu kalau terhirup juga mengganggu organ pernapasan. Dan bagaimana kita ketahui biasanya zat warna itu enggak boleh dikonsumsi oleh manusia. Yang terganggu ginjal, liver, saraf. Kalau tertelan dalam waktu yang panjang dalam jumlah signifikan sebabkan kanker, memang zat-zat karsinogenik," jelasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Dia mengingatkan yang harus menjadi perhatian bagi masyarakat saat membeli cabai, agar lebih teliti lagi memeriksa cabai tersebut. Prof Ari mendukung otoritas terkait untuk menyelidiki tindakan kecurangan ini yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat.

"Karena ternyata benar, kebetulan ini untung segera dilakukan penyelidikan. Agar ditangkap pelakunya sehingga cabai yang sudah diberi zat pewarna belum banyak dikonsumsi oleh masyarakat," jelasnya.

"Ini jadi pelajaran, ketika zat kimia itu dikonsumsi akan bawa dampak tak baik untuk kesehatan," tambahnya.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menemukan cabai rawit yang diduga dicat merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kepala Kantor BPOM Banyumas Suliyanto mengungkapkan, cabai dengan pewarna itu ditemukan di Pasar Wage Purwokerto, Pasar Cermai yang diduga pewarna tersebut bukan pewarna makanan yang aman bagi kesehatan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vg_uBW52b6E

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore