
istimewa
JawaPos.com - Masyarakat pasti pernah mengalami nyeri tiba-tiba pada leher dan pinggang ketika tiba-tiba mengangkat beban yang berat. Banyak pula nyeri pinggang yang tidak diketahui apa penyebabnya.
Dalam program Outreach di Papua, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Dr. dr. Edi Mustamsir, Sp.OT(K) beserta Ketua Kolegium Orthopaedi dan Traumatologi Dr. dr. Ferdiansyah, Sp.OT(K), mengatakan saat ini dokter spesialis yang menangani nyeri tulang masih langka di Papua. Terbaru, terdapat 2 pasien di RSUD Jayapura dengan keluhan infeksi tulang belakang leher dan pinggang.
"Pasien mengalami kelemahan di lengan tangan kanan dan kesulitan berjalan," kata dr. Edi kepada wartawan dalam One Day Seminar 'Current Perpespective in Diagnosis and Management of Osteoporosis and Degeneratif Condition in Spine and Musculoskletal System', Jumat (3/5).
Kondisi itu membuat pasien harus menjalani operasi. Menurut para ahli, operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena memerlukan keahlian dan pengalaman khusus.
"Untungnya operasi berjalan dengan lancar dan kedua pasien kondisinya sudah membaik pasca operasi," kata para ahli.
Nyeri pinggang merupakan suatu keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi penderita. Penyebabnya bermacam-macam, sebagian besar kasus terjadi pada segmen tulang pinggang. Nyeri pinggang merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai dalam masyarakat.
Probabilitas tertinggi terjadi pada umur 40-50 tahun. Akan tetapi bisa juga dijumpai pada remaja atau dewasa muda, berkaitan dengan cedera atau karena salah menggerakkan pinggang.
Tanda bahaya untuk gangguan ini misalnya ada gangguan buang air besar, buang air kecil, seksual, selangkangan terasa baal atau nyeri menjalar ke bokong lain. Tanda bahaya lain, bila ada tanda-tanda keganasan, timbul nyeri sampai terkejut bangun pada malam hari, atau berat badan turun yang penyebabnya tak diketahui. Jika terdapat keluhan seperti ini maka sebaiknya segera berobat ke dokter spesialis orthopaedi khusus tulang belakang.
Faktor risiko nyeri pinggang sangat beragam antara lain penggunaan otot pinggang berlebihan, pekerjaan yang menuntut fisik membungkuk, dan lainnya. Masyarakat sebaiknya jangan terlalu lama duduk dan mengangkat beban berat.
"Mengingat wilayah Papua daerahnya begitu luas dan dibandingkan dengan jumlah dokter Orthopaedi yang ada, jelas sangat kurang sekali. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk menjalani pola hidup sehat dan aktif," kata dr. Edi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022