Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2020 | 01.41 WIB

5 Cara Atasi Hipotermia, Kondisi Kedinginan yang Dialami Korban Banjir

Sejumlah warga korban banjir Kampung Pulo mengungsi di Posko Kesehatan Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jak - Image

Sejumlah warga korban banjir Kampung Pulo mengungsi di Posko Kesehatan Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jak

JawaPos.com - Dampak musibah banjir yang melanda Jabodetabek menimbulkan korban jiwa. Salah satunya karena mereka menderita hipotermia atau kedinginan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika cuaca ekstrem yang begitu dingin seperti salju.

Pakar kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis mengatakan hipotermia adalah kedinginan yang lama sampai tubuh tidak dapat beradaptasi lagi dengan suhu luar. Sehingga badannya menggigil tetapi suhu tubuhnya rendah.

"Kondisi badan menggigil, suhu tubuh rendah yakni 33 derajat celsius. Suhu tubuh normal 36,8-37,2 derajat celsius," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (3/1).

Solusinya, kata dia, seseorang dengan kondisi hipotermia harus dihangatkan secepatnya. Pakai baju hangat dan suasana suhu luar yang hangat.

"Kalau AC, dinyalakan sampai suhunya di atas 29 atau 30," paparnya.

Hipotermia pada korban banjir dan secara umum terjadi karena korban terus menerus menggunakan pakaian basah. Berada dalam cuaca dingin terlalu lama, menelusuri air di tengah banjir atau dengan perahu karet, hingga bertahan di pengungsian dengan pakaian yang basah.

Gejalanya

Dalam laman Mayo Clinic disebutkan hipotermia atau menggigil disertai napas pendek, denyut nadi cepat, kejang atau kurang koordinasi, mengantuk, atau energi sangat rendah, bingung hingga kehilangan ingatan. Seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejalanya sering dimulai secara bertahap.

Cara Mengatasinya

1. Hubungi Dokter
Segera pergi ke dokter begitu mencurigai seseorang menderita hipotermia. Gerakan yang tak tepat dapat memicu detak jantung tidak teratur yang berbahaya.

2. Pakaian Hangat
Angkat pakaian basahnya dengan hati-hati, ganti dengan mantel hangat atau kering. Kenakan topi atau penutup pelindung lainnya untuk mencegah panas tubuh keluar dari kepala, wajah, dan leher. Tutupi tangan dengan sarung tangan.

3. Jangan Berkeringat
Hindari aktivitas yang akan menyebabkan Anda banyak berkeringat. Kombinasi pakaian basah dan cuaca dingin dapat menyebabkan seseorang kehilangan panas tubuh lebih cepat.

4. Pakaian Berlapis
Kenakan pakaian longgar, berlapis, dan ringan. Pakaian luar yang terbuat dari rajutan yang rapat adalah pakaian terbaik. Lapisan wol menahan panas tubuh lebih baik daripada kapas.

5. Sepatu Boots
Gunakan sepatu yang lebih tertutup. Boots dan kaos kaki akan bisa meredakan hipotermia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore