Ilustrasi seorang perempuan yang mengalami kondisi hiperhidrosis sehingga bagian punggungnya lebih cepat mengeluarkan keringat (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Keringat adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar keringat di kulit sebagai bagian dari mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Ketika suhu tubuh meningkat karena cuaca panas atau aktivitas fisik, kelenjar keringat akan menghasilkan cairan yang kemudian menguap di permukaan kulit.
Proses penguapan inilah yang membantu menurunkan suhu tubuh agar tetap stabil. Keringat terdiri dari air yang juga mengandung beberapa zat lain seperti garam, elektrolit, dan sedikit zat lain seperti urea.
Beberapa orang mengeluarkan keringat lebih banyak bahkan tanpa pemicu, kondisi inilah yang disebut dengan hiperhidrosis. Hiperhidrosis lebih umum terjadi pada perempuan dan biasanya mulai tampak sejak masa kanak-kanak hingga remaja.
Penyebab Hiperhidrosis
Keringat muncul ketika sistem saraf mendeteksi peningkatan suhu tubuh. Saat tubuh menjadi lebih hangat, saraf akan merangsang kelenjar keringat untuk memproduksi keringat guna membantu menurunkan suhu tubuh.
Adapun hiperhidrosis terjadi ketika ada gangguan medis tertentu atau ketika aktivitas sistem saraf bekerja secara berlebihan. Dikutip dari Alodokter, kondisi ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder.
Hiperhidrosis primer terjadi ketika sistem saraf secara berlebihan merangsang kelenjar keringat, sehingga keringat keluar tanpa adanya pemicu seperti aktivitas fisik atau peningkatan suhu tubuh. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi kondisi ini diduga memiliki faktor keturunan.
Sementara itu, hiperhidrosis sekunder disebabkan oleh kondisi medis tertentu misalnya diabetes, obesitas, hipertiroidisme, menopause, atau beberapa jenis kanker. Selain itu, keringat berlebih juga dapat muncul sebagai efek samping obat, seperti antidepresan, propranolol, atau pilocarpine, serta akibat putus obat atau penghentian konsumsi alkohol.
Cara Mengobati Hiperhidrosis
Pada orang yang mengalami kondisi ini, terdapat beberapa langkah pengobatan yang dapat ditempuh. Dikutip dari Halodoc, upaya yang akan dilakukan dokter untuk menangani kondisi pasien hiperhidrosis adalah meresepkan beberapa jenis terapi.
Obat dengan kandungan aluminium klorida dapat digunakan untuk menekan aktivitas kelenjar keringat, meskipun penggunaannya berisiko menimbulkan iritasi pada kulit dan mata. Selain itu, antidepresan dapat diberikan untuk membantu mengurangi kecemasan yang sering memperburuk gejala keringat berlebih.
Pada kasus yang dialami pada telapak tangan atau kaki, prosedur iontophoresis juga dapat digunakan. Terapi ini bekerja dengan menghambat kelenjar keringat melalui aliran listrik ringan sehingga produksi keringat dapat berkurang.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
