
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami blackout saat beraktivitas hingga jatuh terbaring di lantai. (Freepik)
JawaPos.com - Blackout atau pingsan adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat beberapa hal, salah satunya adalah gangguan sirkulasi darah atau oksigen ke otak. Kondisi ini biasanya terjadi secara mendadak dan membuat penderitanya jatuh tanpa sempat menahan diri.
Blackout bisa berlangsung hanya beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah sadar, orang yang mengalami blackout sering kali merasa bingung, pusing, atau tidak mengingat apa yang baru saja terjadi. Kondisi ini pada umumnya tidak berbahaya, tetapi jika terjadi berulang kamu perlu lakukan pemeriksaan ke dokter.
Penyebab Blackout
Dikutip dari HelloSehat, salah satu faktor penyebab blackout adalah gangguan pada aliran darah dan fungsi otak juga dapat menjadi pemicunya. Tekanan darah yang menurun atau hipotensi sering menjadi pemicu, karena jantung dan pembuluh darah tidak mampu mengalirkan cukup darah serta oksigen ke otak.
Blackout dapat terjadi akibat hal-hal ringan seperti saat tubuh sedang tidak fit atau bangun dari posisi duduk terlalu cepat. Menurut American Heart Association, blackout juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung, misalnya detak jantung yang terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia).
Faktor berikutnya yang dapat memicu blackout paling sering adalah efek konsumsi alkohol. Kondisi ini muncul ketika kadar alkohol dalam darah atau Blood Alcohol Concentration (BAC) meningkat secara signifikan.
Lonjakan BAC dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, misalnya saat melakukan pesta minuman keras. Kehilangan kesadaran akibat mabuk biasanya mulai muncul ketika BAC mencapai sekitar 0,08% (0,08 gram alkohol per desiliter darah) atau lebih.
Selain alkohol, beberapa jenis obat seperti vasodilator dan diuretik juga diketahui melalui penelitian dapat memicu pingsan serta gangguan memori. Sebaiknya jika ingin mengonsumsi obat jenis tersebut, pastikan dengan resep obat yang jelas dan dibawah pengawasan dokter.
Tips agar Terhindar dari Kondisi Blackout
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah terjadinya blackout akibat gangguan aliran darah ke otak. Dikutip dari dari Alodokter, tips yang pertama adalah beri jeda sejenak saat hendak bangun dari posisi berbaring.Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan kerja pompa jantung dan mencegah penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.
Tips kedua, pastikan juga kebutuhan cairan tercukupi dengan minum setidaknya dua liter air per hari untuk menjaga sirkulasi tetap optimal. Berikutnya yang ketiga, rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berenang, atau senam, agar jantung serta aliran darah lebih lancar.
Tips terakhir, usahakan menghindari paparan asap rokok karena dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah dan memperburuk fungsi pernapasan. Setelah menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut, risiko blackout dapat diminimalkan dan kondisi tubuh pun tetap lebih stabil. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
