
Ilustrasi penanganan cedera lutut yang sering dialami saat berolahraga. (Pixabay)
JawaPos.com – Pergi ke tukang urut dan ahli patah tulang ketika mengalami cedera atau merasakan nyeri pada bagian lutut memang masih dilakukan sebagian masyarakat. Tapi, jika dlihat dari sisi medis, apakah aman memijat lutut yang cedera?
Diungkapkan dr. Ferius Soewito, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Klinik Flex Free, untuk penanganan awal kaki atau lutut yang cedera, disarankan tidak langsung dipijat. Pasalnya, diperlukan pemeriksaan lebih jauh untuk mengetahui apakah ada peradangan atau sobekan pada bagian dalamnya.
Sehingga, ia menegaskan, bukannya tidak boleh dipijat, hanya saja pastikan dulu kalau pada kaki atau lutut yang cedera tidak ada luka di dalam. “Jadi bukannya kita anti (pijat kaki, Red). Tapi kalau sudah tahu dalamnya ketahuan tidak ada robekan itu gak apa-apa (dipijat, Red),” ujar dr. Ferius baru-baru ini dalam Media Briefing ‘Mengatasi Nyeri Lutut Tanpa Operasi’.
Dokter Ferius menerangkan, saat ini pemeriksaan lutut atau kaki yang cedera bisa dilakukan dengan USG. Sama seperti USG pada kehamilan, saat memeriksa lutut, bagian dalamnya akan terlihat dengan jelas.
“Lewat pemeriksaan USG ini, kondisi pasien bisa diketahui secara real, tidak ada radiasi, tidak perlu ruang khusus, pemeriksaannya pun dinamis, lututnya bisa kita gerakan dan kita lihat apakah ada struktur yang kejepit jika digerakkan,” paparnya.
Pertolongan Pertama saat Lutut Cedera
Dikatakan dr. Ferius, cedera bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Bukan hanya saat berolahraga, tapi bisa juga dialami ketika bekerja, melakukan hobi hingga aktivitas di rumah.
Mengingat hal tersebut, ada empat langkah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama ketika mengalami cedera. Empat langkah ini dikenal PRICE, yang terdiri dari Protection, Rest, Compression, dan Elevation.
Protection adalah langkah pertama yang harus dilakukan, yakni melindungi bagian yang cedera agar tidak ada luka yang bertambah. Lalu Rest, yakni menghentikan aktivitas sejenak untuk menghindari cedera makin parah.
Ketiga Compression. Bisa kompres bagian yang cedera dengan es batu dan kain. Terakhir Elevation, yaitu menahan bagian yang cedera berada pada posisi lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
