Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2023 | 10.10 WIB

Waspada Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Kulit

Deretan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak diselimuti kabut, Selasa (11/10/22). Polusi udara Jakarta pada Selasa (11/10), dalam kategori tanda warna merah. Berdasarkan data Real-time Air Quality Index (AQI), Konsentrasi PM2.5 di udara

JawaPos.com - Polusi udara menjadi "silent killer" yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Dalam bidang kesehatan kulit, polusi udara memiliki kaitan erat dengan proses penuaan kulit yang terjadi pada manusia, mulai dari usia dini hingga dewasa.

"Hubungan antara polusi udara dan kesehatan kulit sangatlah kompleks, tetapi salah satu dampak yang paling terlihat adalah penuaan dini pada kulit. Penuaan dini pada kulit dapat disebabkan oleh faktor eksternal atau faktor eksogen, yaitu faktor dari luar, serta faktor internal atau faktor endogen, yaitu faktor dari dalam tubuh," ujar Dermatolog dan Spesialis Kulit, dr. Agung Muhammad Reza. 

Menurut dr. Agung, paparan polusi udara, termasuk asap knalpot kendaraan, asap rokok, dan asap dari kegiatan memasak, dapat menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang pada kulit. Ia menjelaskan bahwa efek jangka pendek polusi udara pada kulit meliputi kekusaman dan kehilangan kecerahan. Sementara itu, efek jangka panjang meliputi garis halus, keriput, hiperpigmentasi, dan bintik-bintik hitam.

"Polusi udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan kulit. Dampaknya dapat terlihat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan menggunakan produk perawatan kulit yang dapat memperbaiki dan melindungi kulit," terangnya.

Ia juga memperingatkan bahwa orang yang bekerja di luar ruangan atau tinggal di lingkungan yang terpapar polusi udara, seperti pekerja konstruksi, petani, atau polisi lalu lintas, berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan kulit. Untuk mencegah kerusakan kulit, ia menyarankan penggunaan masker dan tabir surya yang mengandung sifat anti-polusi.

"Selain itu, kerusakan kulit yang telah terjadi akibat polusi udara sebenarnya dapat diperbaiki dengan menggunakan produk perawatan kulit yang memiliki sifat regeneratif," tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Agung juga menekankan pentingnya melindungi kulit dari kerusakan lingkungan, terutama akibat polusi udara. Dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai, masyarakat dapat menjaga kesehatan kulit mereka dan tetap terlihat awet muda.

"Saya sebagai seorang spesialis Dermatovenerologi ingin mengajak semua orang untuk mendukung upaya perbaikan kualitas udara," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore