
Ilustrasi ketika seseorang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. (Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan mulut seringkali menjadi aspek yang kurang mendapat perhatian dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, berbagai masalah dapat muncul di area mulut, termasuk pertumbuhan abnormal pada jaringan gusi yang patut diwaspadai.
Salah satu kondisi yang cukup umum namun jarang diketahui oleh masyarakat adalah tumor gusi. Meskipun terdengar menakutkan, tidak semua tumor gusi bersifat ganas dan mengancam jiwa.
Tumor gusi merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada area gusi atau gingiva. Benjolan ini dapat muncul sebagai massa yang menonjol dari permukaan gusi dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga cukup besar.
Tumor gusi umumnya bersifat jinak (non-kanker) dan dikenal dengan istilah medis epulis, meskipun dalam kasus yang jarang terjadi bisa juga bersifat ganas. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dan lansia.
Seperti yang dilansir dari Hello Sehat, berikut adalah jenis tumor gusi berdasarkan penyebab dan karakteristiknya.
1. Epulis Fibromatosa
Jenis tumor gusi ini merupakan yang paling sering ditemukan, terutama di area sekitar gigi yang mengalami kerusakan atau berlubang. Benjolan ini terbentuk sebagai respons tubuh terhadap luka dan iritasi yang terjadi secara terus-menerus pada jaringan gusi. Teksturnya cenderung padat dan keras karena mengandung banyak jaringan fibrosa. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang memiliki masalah gigi berlubang yang tidak dirawat dengan baik.
2. Epulis Kongenital
Kondisi langka ini dapat dialami oleh bayi yang baru lahir, di mana benjolan sudah muncul sejak mereka dilahirkan. Tumor jinak ini biasanya berkembang pada gusi bagian atas dengan ukuran yang bervariasi antara 0,5 hingga 2 sentimeter. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, epulis kongenital umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan baik oleh dokter spesialis.
3. Epulis Gravidarum (Tumor Gusi Kehamilan)
Jenis tumor ini sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada trimester pertama dan kedua kehamilan. Perubahan hormon yang drastis selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan gusi atau gingivitis. Kondisi peradangan yang tidak ditangani ini kemudian dapat berkembang menjadi epulis gravidarum yang ditandai dengan benjolan kemerahan pada gusi.
4. Epulis Granulomatosa
Tumor jenis ini umumnya berkembang pada celah di antara dua gigi dan jaringan gusi di sekitarnya. Benjolan ini terbentuk dari jaringan granulasi yang tumbuh berlebihan akibat iritasi atau luka kronis. Teksturnya biasanya lebih lunak dibandingkan epulis fibromatosa dan berwarna merah keunguan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebersihan mulut yang kurang terjaga.
5. Epulis Fissuratum
Jenis tumor ini lebih sering dialami oleh lansia yang menggunakan gigi palsu. Pertumbuhan benjolan terjadi karena tulang di bawah gigi palsu mengalami perubahan akibat pengeroposan seiring bertambahnya usia. Gigi palsu yang tidak pas dan terus bergesekan dengan gusi akan menimbulkan iritasi kronis yang memicu pertumbuhan tumor ini.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
