Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 17.08 WIB

Hati-Hati! Tumor Gusi Bisa Menyerang Pengguna Gigi Palsu Hingga Ibu Hamil, Kenali Jenis dan Pengobatannya

Ilustrasi ketika seseorang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. (Freepik) - Image

Ilustrasi ketika seseorang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. (Freepik)

JawaPos.com - Kesehatan mulut seringkali menjadi aspek yang kurang mendapat perhatian dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, berbagai masalah dapat muncul di area mulut, termasuk pertumbuhan abnormal pada jaringan gusi yang patut diwaspadai.

Salah satu kondisi yang cukup umum namun jarang diketahui oleh masyarakat adalah tumor gusi. Meskipun terdengar menakutkan, tidak semua tumor gusi bersifat ganas dan mengancam jiwa.

Tumor gusi merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada area gusi atau gingiva. Benjolan ini dapat muncul sebagai massa yang menonjol dari permukaan gusi dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga cukup besar.

Tumor gusi umumnya bersifat jinak (non-kanker) dan dikenal dengan istilah medis epulis, meskipun dalam kasus yang jarang terjadi bisa juga bersifat ganas. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dan lansia.

Seperti yang dilansir dari Hello Sehat, berikut adalah jenis tumor gusi berdasarkan penyebab dan karakteristiknya.

1. Epulis Fibromatosa

Jenis tumor gusi ini merupakan yang paling sering ditemukan, terutama di area sekitar gigi yang mengalami kerusakan atau berlubang. Benjolan ini terbentuk sebagai respons tubuh terhadap luka dan iritasi yang terjadi secara terus-menerus pada jaringan gusi. Teksturnya cenderung padat dan keras karena mengandung banyak jaringan fibrosa. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang memiliki masalah gigi berlubang yang tidak dirawat dengan baik.

2. Epulis Kongenital

Kondisi langka ini dapat dialami oleh bayi yang baru lahir, di mana benjolan sudah muncul sejak mereka dilahirkan. Tumor jinak ini biasanya berkembang pada gusi bagian atas dengan ukuran yang bervariasi antara 0,5 hingga 2 sentimeter. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, epulis kongenital umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan baik oleh dokter spesialis.

3. Epulis Gravidarum (Tumor Gusi Kehamilan)

Jenis tumor ini sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada trimester pertama dan kedua kehamilan. Perubahan hormon yang drastis selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan gusi atau gingivitis. Kondisi peradangan yang tidak ditangani ini kemudian dapat berkembang menjadi epulis gravidarum yang ditandai dengan benjolan kemerahan pada gusi.

4. Epulis Granulomatosa

Tumor jenis ini umumnya berkembang pada celah di antara dua gigi dan jaringan gusi di sekitarnya. Benjolan ini terbentuk dari jaringan granulasi yang tumbuh berlebihan akibat iritasi atau luka kronis. Teksturnya biasanya lebih lunak dibandingkan epulis fibromatosa dan berwarna merah keunguan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebersihan mulut yang kurang terjaga.

5. Epulis Fissuratum

Jenis tumor ini lebih sering dialami oleh lansia yang menggunakan gigi palsu. Pertumbuhan benjolan terjadi karena tulang di bawah gigi palsu mengalami perubahan akibat pengeroposan seiring bertambahnya usia. Gigi palsu yang tidak pas dan terus bergesekan dengan gusi akan menimbulkan iritasi kronis yang memicu pertumbuhan tumor ini.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore