Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 September 2018 | 17.45 WIB

Ingat Ya! Ini Kaitan Konsumsi Gula dengan Penyakit Kanker

Ilustrasi Gula. Mengonsumsi gula sebaiknya tak dilakukan secara berlebih. Sebab, hal itu bisa memicu timbulnya beragam penyakit - Image

Ilustrasi Gula. Mengonsumsi gula sebaiknya tak dilakukan secara berlebih. Sebab, hal itu bisa memicu timbulnya beragam penyakit

JawaPos.com - Masyarakat masa kini sulit jika dilepaskan dari gula. Hanya saja, konsumsi gula berlebih bisa memicu berbagai penyakit, di antaranya diabetes dan kanker.


Pada dasarnya, gula memang merupakan unsur makanan yang sangat dibutuhkan. Sebagai salah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan mudah dicerna, gula dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi kerja tubuh dan otak.


Pakar Hematologi dan Onkologi Medik Dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM dari RS,FINASIM dari RS Dharmais menjelaskan, gula terkait dengan munculnya sel kanker. Sel kanker bisa tumbuh lebih kuat dan lebih cepat kalau seseorang mengonsumsi banyak gula.


"Perkembangan sel kanker butuh glukosa (gula). Tapi bukan satu-satunya faktor," paparnya di acara Peringatan Hari Peduli Limfoma Sedunia bersama Ferron Par Pharmaceuticals dan Cancer Information and Support Center (CISC) Indonesia baru-baru ini.


Jika seseorang nir mengonsumsi gula sama sekali, maka tak menjadi jaminan bebas terkena kanker. Sebab sel kanker bisa dengan pintar mencari glukosa yang dihasilkan tubuh.


"Glukosa bukan hanya dari bahan gula yang kita makan," jelas pria yang aktif di Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin)


Ronald memaparkan, gula dibutuhkan untuk kalori. Jika seseorang tak makan gula sama sekali maka bisa lemas. Gula tetap boleh dikonsumsi dalam jumlah seimbang.


"Semua karbohidrat juga mengandung gula. Artinya, makanan seperti nasi, roti, kentang, pasta, dicerna menjadi gula sederhana di dalam tubuh kita," jela dia.


Dalam kesempatan itu, Ronald juga menjelaskan kaitan gula dengan penyakit kanker. Menurutnya, gula memainkan peran penting dalam mendorong sel tubuh.


"Terlalu banyak gula akan mendorong sel kanker berkembang sangat cepat. Tentu akan lebih baik jika seseorang mengonsumsi buah dan sayuran. Terutama dalam memerangi kanker limfoma, bisa mengurangi risikonya," jelas dia.


Jika sudah terkena kanker, penyembuhan kanker akan lebih mudah disembuhkan saat stadium masih awal. Ketika sudah diketahui jinak atau ganas, barulah dokter pilih pengobatan tepat.


"Tak selalu harus operasi bisa dengan sinar atau kemoterapi. Pada limfoma bisa sampai transplantasi. Pengobatan bisa operasi, radioterapi dan obat-obatan. Terapi hormon, immunoterapi beberapa tahun terakhir juga populer," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore