Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 21.15 WIB

Kanker Payudara Masih Jadi Ancaman Utama, Deteksi Dini Bisa Selamatkan Nyawa

Ilustrasi perempuan menggunakan pita berwarna merah muda, sebagai tanda kesadaran terhadap kasus kanker payudara yang cukup tinggi - Image

Ilustrasi perempuan menggunakan pita berwarna merah muda, sebagai tanda kesadaran terhadap kasus kanker payudara yang cukup tinggi

JawaPos.com - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi perempuan di Indonesia. Bahkan juga di dunia, kanker ini begitu diwaspadai oleh para ahli dan praktisi medis.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kanker payudara menempati peringkat pertama kasus kanker terbanyak di Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. 

Salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, padahal deteksi awal terbukti mampu menyelamatkan banyak nyawa.

Untuk menjawab tantangan itu, Siloam International Hospitals melalui program Selangkah (Semangat Lawan Kanker) menghadirkan layanan skrining kanker payudara gratis bagi perempuan di berbagai daerah. 

Program ini disebut sudah berjalan sejak 2023 dan telah menjangkau lebih dari 43.000 perempuan. Dari jumlah tersebut, sekitar satu persen terdeteksi memiliki indikasi kanker payudara, yang kemudian mendapat rujukan lebih lanjut untuk penanganan medis.

Menurut Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals, akses deteksi dini harus menjadi prioritas dalam penanganan kanker. 

“Kami ingin menghadirkan harapan baru bagi perempuan Indonesia dengan menyediakan pemeriksaan kanker payudara gratis. Kolaborasi lintas sektor akan memperluas dampaknya dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya awal pekan kemarin di Jakarta dalam acara lelang yang juga terkait program deteksi dini kanker payudara.

Program tersebut juga didukung berbagai pihak, mulai dari tenaga medis, komunitas, hingga kalangan seniman. Mereka berkontribusi dalam menggalang dukungan sosial yang kemudian dialokasikan untuk keberlanjutan skrining gratis di banyak daerah. 

Pendekatan kolaboratif ini dianggap penting, mengingat biaya pemeriksaan dan pengobatan kanker masih menjadi kendala utama bagi banyak keluarga di Indonesia.

David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, menambahkan bahwa kepedulian masyarakat adalah kunci. 

“Deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan cara sederhana, mulai dari pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) hingga pemeriksaan medis. Setiap langkah kecil berkontribusi pada penyelamatan nyawa,” tegasnya.

Hingga kini, kanker payudara menjadi penyebab utama kematian perempuan akibat kanker di Indonesia. World Health Organization (WHO) mencatat, lebih dari 2,3 juta kasus kanker payudara terdiagnosis di dunia setiap tahunnya. 

Angka itu diperkirakan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, faktor genetik, dan minimnya kesadaran melakukan pemeriksaan rutin.

Melalui Selangkah, Siloam Hospitals berharap semakin banyak perempuan teredukasi tentang pentingnya pemeriksaan payudara secara berkala. Langkah ini bukan hanya memberikan akses kesehatan yang lebih merata, tetapi juga menjadi upaya kolektif untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia.

Deteksi dini terbukti memberi peluang kesembuhan lebih besar, sementara keterlambatan diagnosa sering kali membuat penyakit sudah berada pada stadium lanjut. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore