
Ilustrasi ketika seseorang melakukan suntik putih (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Di era modern ini, keinginan untuk tampil cantik dan memiliki kulit putih bersih telah mendorong banyak orang mencari solusi instan. Berbagai treatment kecantikan bermunculan dengan janji hasil yang cepat dan memuaskan. Namun, tidak semua metode kecantikan aman untuk dilakukan tanpa pengawasan medis yang tepat. Salah satu tren yang kini menjadi perhatian adalah penggunaan suntik putih yang semakin populer di kalangan masyarakat.
Suntik putih adalah prosedur medis yang melibatkan penyuntikan berbagai bahan kimia ke dalam tubuh dengan tujuan mencerahkan kulit. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan campuran vitamin dan antioksidan langsung ke dalam aliran darah melalui pembuluh darah vena. Treatment ini diklaim dapat memberikan efek kulit yang lebih cerah dan bersinar dalam waktu relatif singkat. Popularitas suntik putih terus meningkat karena dianggap sebagai cara tercepat untuk mendapatkan kulit putih yang diinginkan.
Suntik putih umumnya mengandung beberapa komponen utama yang diyakini dapat mencerahkan kulit. Kandungan utama yang paling sering digunakan adalah vitamin C (asam askorbat) dengan dosis tinggi yang jauh melebihi kebutuhan harian tubuh. Selain itu, glutathione juga menjadi bahan favorit karena sifat antioksidannya yang kuat. Beberapa klinik juga menambahkan kolagen, vitamin E, dan berbagai bahan pemutih lainnya untuk memperkuat efek yang diinginkan.
Meski menjanjikan hasil yang menggiurkan, penggunaan suntik putih ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan yang serius. Dilansir dari Alodokter, terdapat beberapa efek samping berbahaya yang dapat timbul akibat penggunaan suntik putih.
Penggunaan vitamin C dosis tinggi dalam suntik putih dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan yang tidak nyaman. Ketika tubuh menerima asupan vitamin C berlebihan, terutama yang melebihi 2.000 miligram, sistem pencernaan akan mengalami gangguan berupa mual, sakit perut, dan diare. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu menyerap vitamin C dalam jumlah yang sangat tinggi. Selain itu, kelebihan vitamin C juga dapat memicu refluks asam lambung yang menyebabkan sensasi terbakar di dada atau heartburn.
Vitamin C memiliki kemampuan untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, namun hal ini justru dapat menjadi berbahaya. Ketika penyerapan zat besi berlebihan, tubuh dapat mengalami kondisi yang disebut hemokromatosis. Kondisi ini menyebabkan penumpukan zat besi di berbagai organ vital seperti jantung dan hati. Akumulasi zat besi yang berlebihan dapat merusak fungsi organ-organ tersebut dan menimbulkan komplikasi serius bagi kesehatan jangka panjang.
Risiko terbentuknya batu ginjal merupakan salah satu efek samping serius dari penggunaan suntik putih. Ketika tubuh menerima kelebihan vitamin C, sebagian besar akan diekskresikan melalui urine dalam bentuk oksalat. Pada kondisi tertentu, oksalat dapat berikatan dengan mineral-mineral lain di dalam ginjal. Ikatan ini kemudian membentuk kristal yang dapat berkembang menjadi batu ginjal yang menyakitkan dan memerlukan penanganan medis.
Kandungan glutathione dalam suntik putih dapat memicu reaksi alergi yang sangat serius. Salah satu reaksi alergi paling berbahaya adalah Sindrom Stevens-Johnson, yaitu kondisi langka namun mengancam jiwa. Sindrom ini menyerang kulit dan selaput lendir dengan gejala berupa ruam kulit yang meluas dan lepuhan. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya.
Penggunaan glutathione dalam dosis tinggi dapat memicu kambuhnya serangan asma pada individu yang rentan. Bahan ini dapat menyebabkan penyempitan saluran napas yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Reaksi ini sangat berbahaya bagi penderita asma karena dapat memicu serangan asma yang parah. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Langkah Penting Sebelum Suntik Putih
Mengingat berbagai efek samping berbahaya yang dapat timbul, sangat penting untuk melakukan pertimbangan matang sebelum memutuskan melakukan suntik putih. Hello Sehat menyoroti beberapa langkah penting yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur ini.
1. Mengetahui Bahan yang Disuntikkan
Sebelum menjalani suntik putih, penting untuk mengetahui secara detail kandungan apa saja yang akan disuntikkan ke dalam tubuh. Pastikan kamu memahami setiap komponen dan dosisnya untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan. Tanyakan kepada praktisi medis mengenai asal-usul dan kualitas bahan yang digunakan untuk memastikan keamanannya.
2. Memahami Manfaat dan Efek Sampingnya
Setiap prosedur medis memiliki manfaat dan risiko yang harus dipahami dengan baik sebelum dilakukan. Konsultasikan dengan dokter mengenai manfaat yang realistis dari suntik putih dan bandingkan dengan potensi risikonya. Pastikan kamu mendapat informasi yang lengkap dan tidak hanya mendengar klaim-klaim yang menggiurkan tanpa dasar medis yang kuat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
