Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 22.03 WIB

Beda dengan Maag! Kenali GERD dan 3 Komplikasi Serius yang Ancam Kerongkongan Anda

Ilustrasi penyakit GERD dan maag saat puasa (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat modern. Gaya hidup yang serba cepat, pola makan tidak teratur, dan tingkat stres yang tinggi menjadi faktor pemicu berbagai masalah pada sistem pencernaan. Di antara berbagai gangguan pencernaan yang ada, penyakit refluks asam atau yang dikenal dengan GERD menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya.

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang. Kondisi ini terjadi ketika otot cincin di bagian bawah kerongkongan yang disebut lower esophageal sphincter (LES) melemah atau tidak berfungsi dengan baik. Normalnya, LES berfungsi sebagai katup yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan setelah makanan masuk ke dalam lambung. Ketika LES tidak bekerja optimal, asam lambung dapat naik dan menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan yang sensitif.  

Sayangnya, banyak orang masih seringkali keliru membedakan antara GERD dan maag (gastritis). Meskipun keduanya melibatkan asam lambung, namun lokasi dan mekanisme terjadinya berbeda. Maag terjadi ketika dinding lambung mengalami peradangan akibat berbagai faktor seperti infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat-obatan tertentu, atau pola makan yang buruk. Sementara itu, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi di area tersebut. Perbedaan mendasar ini membuat penanganan kedua kondisi juga memerlukan pendekatan yang berbeda.

Gejala GERD yang paling umum adalah sensasi terbakar di dada atau yang dikenal dengan heartburn. Sensasi ini biasanya muncul setelah makan, terutama ketika berbaring atau membungkuk. Adapun gejala lain yang sering dialami seperti regurgitasi, yaitu kondisi di mana makanan atau cairan asam naik kembali ke mulut. Penderita GERD juga sering mengalami kesulitan menelan, batuk kering yang persisten, suara serak, dan rasa asam atau pahit di mulut. Gejala-gejala ini bahkan dapat memburuk pada malam hari dan mengganggu kualitas tidur penderita.

Dilansir dari Mayo Clinic, GERD yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang membahayakan kesehatan. Berikut adalah komplikasi-komplikasi yang dapat terjadi:

  • Peradangan jaringan kerongkongan (Esofagitis) 

Asam lambung yang terus-menerus naik dapat merusak jaringan kerongkongan dan menyebabkan peradangan yang parah. Kondisi ini dapat memicu perdarahan internal dan bahkan terbentuknya luka terbuka yang disebut ulkus pada dinding kerongkongan. Esofagitis menimbulkan rasa sakit yang hebat dan membuat proses menelan menjadi sangat sulit bagi penderita. Jika tidak ditangani dengan tepat, peradangan ini dapat semakin memburuk dan mengganggu fungsi kerongkongan secara permanen.  

  • Penyempitan kerongkongan (Esophageal Stricture) 

Kerusakan berkelanjutan pada bagian bawah kerongkongan akibat paparan asam lambung dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang kaku. Jaringan parut ini akan mempersempit jalur makanan secara progresif, sehingga penderita mengalami kesulitan menelan yang semakin parah seiring waktu. Kondisi ini dapat mempengaruhi asupan nutrisi harian dan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Dalam kasus yang parah, penderita mungkin memerlukan prosedur medis khusus untuk memperlebar kerongkongan kembali.

  • Perubahan prakanker pada kerongkongan (Barrett Esophagus)

Kerusakan kronis akibat asam lambung dapat menyebabkan perubahan abnormal pada sel-sel yang melapisi bagian bawah kerongkongan. Perubahan jaringan ini merupakan kondisi prakanker yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan hingga 30-40 kali lipat. Meskipun tidak semua penderita Barrett esophagus akan mengalami kanker, kondisi ini memerlukan pemantauan medis yang ketat melalui endoskopi berkala. Namun, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah perkembangan menjadi kanker ganas.

Pengobatan GERD

Oleh karena itu, GERD perlu segera diobati dengan benar. Adapun pengobatan penyakit ini bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi pasien. Menurut Hello Sehat, terdapat dua metode utama dalam penanganan GERD yaitu pengobatan medis dan perawatan mandiri di rumah.

1. Obat-obatan Tertentu

  • Antasida 

Obat ini bekerja dengan menetralkan asam lambung secara langsung dan memberikan efek yang cepat namun sementara. Antasida cocok digunakan untuk mengatasi gejala GERD ringan yang muncul sesekali setelah makan. Meskipun efektif untuk mengurangi sensasi terbakar di dada, penggunaan antasida tidak mengatasi akar masalah produksi asam berlebih. Konsultasi dengan apoteker atau dokter diperlukan untuk menentukan jenis dan dosis antasida yang tepat.

  • H2 Receptor Antagonist 

Obat seperti famotidine dan cimetidine bekerja dengan menghambat reseptor histamin di lambung sehingga mengurangi produksi asam lambung. Efek obat ini lebih tahan lama dibandingkan antasida dan dapat bekerja selama 6-12 jam. Obat golongan ini cocok untuk penderita GERD dengan gejala sedang yang membutuhkan kontrol asam lambung jangka menengah. Penggunaan jangka panjang memerlukan pengawasan dokter untuk menghindari efek samping.

  • Proton Pump Inhibitor (PPI) 

Omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole merupakan obat yang paling efektif dalam mengurangi produksi asam lambung. PPI bekerja dengan menghambat enzim yang bertanggung jawab dalam produksi asam lambung di sel parietal. Obat ini memberikan efek yang lebih kuat dan tahan lama, sehingga cocok untuk GERD berat atau kronik. Penggunaan PPI memerlukan resep dokter dan monitoring rutin karena dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi tertentu.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore