Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 22.53 WIB

Sering Pusing Sebelah? Bisa Jadi Gejala Migrain, Kenali Pemicu dan Solusinya

Ilustrasi ketika seseorang mengalami serangan migrain (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi ketika seseorang mengalami serangan migrain (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kamu mungkin pernah mengalami sakit kepala di satu sisi yang berdenyut sangat menyakitkan, disertai dengan mual dan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya atau suara. Jika iya, kemungkinan besar kamu mengalami migrain, bukan sekadar sakit kepala biasa. Kondisi neurologis ini dapat berlangsung selama berjam-jam bahkan berhari-hari, membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat sulit untuk dilakukan. 

Migrain merupakan jenis sakit kepala yang ditandai dengan nyeri kepala berdenyut yang biasanya terjadi pada satu sisi kepala. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari dan sering disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Migrain berbeda dengan sakit kepala biasa karena intensitasnya yang lebih parah dan kemampuannya untuk mengganggu aktivitas normal penderita. 

Meskipun penyebab migrain masih belum dapat dipahami sepenuhnya, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu serangan migrain. Dengan mengidentifikasi pemicu yang spesifik bagi setiap individu dapat membantu dalam menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif. Untuk itu, Mayo Clinic menyoroti berbagai kategori pemicu yang perlu diperhatikan oleh penderita migrain.

1. Perubahan Hormonal

Fluktuasi kadar estrogen dapat memicu sakit kepala pada banyak orang, terutama wanita. Hal ini dapat terjadi sebelum atau selama periode menstruasi, kehamilan, dan menopause. Selain itu, obat-obatan hormonal seperti kontrasepsi oral juga dapat memperburuk migrain, meskipun beberapa orang justru mengalami penurunan frekuensi migrain saat menggunakan kontrasepsi hormonal.

2. Konsumsi Alkohol dan Kafein Berlebihan

Mengonsumsi alkohol terutama anggur merah secara berlebihan dapat memicu serangan migrain. Namun, baik itu kelebihan maupun kekurangan kafein secara tiba-tiba juga dapat menjadi pemicu migrain. Maka, penting untuk menjaga konsumsi kedua zat ini dalam batas wajar dan konsisten.

3. Stres

Stres di tempat kerja maupun di rumah dapat menyebabkan migrain pada individu yang rentan. Stres emosional dan tekanan psikologis dapat memicu perubahan kimia di otak yang berujung pada serangan migrain. Karena itu, manajemen stres yang baik dapat menjadi kunci penting dalam pencegahan migrain.

4. Stimulasi Sensorik

Sensitivitas berlebihan terhadap rangsangan sensorik merupakan karakteristik khas penderita migrain. Oleh karena itu, cahaya yang terlalu terang terang atau berkedip dapat menginduksi migrain, begitu juga dengan suara keras atau bising. Selain itu, bau yang kuat seperti parfum, cat thinner, atau asap rokok juga dapat memicu migrain pada sebagian orang.

5. Perubahan Pola Tidur

Ketika seseorang kekurangan waktu tidur atau tidur berlebihan, maka dapat memicu migrain pada beberapa orang. Gangguan jadwal tidur dan perubahan pola tidur yang tidak teratur juga dapat menjadi pemicu. Oleh karena itu, menjaga rutinitas tidur yang konsisten sangat penting bagi penderita migrain.

6. Aktivitas Fisik Berlebihan

Aktivitas fisik yang intens, termasuk aktivitas seksual ternyata dapat memicu serangan migrain. Olahraga yang berlebihan atau mendadak tanpa pemanasan yang cukup juga dapat menyebabkan perubahan aliran darah yang memicu migrain. Namun, jika olahraga dilakukan dengan teratur serta intensitasnya sedang justru dapat membantu mencegah migrain.  

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore