Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 02.09 WIB

Waspada Campak! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Ilustrasi lengan seseorang yang mengalami campak. (Freepik) - Image

Ilustrasi lengan seseorang yang mengalami campak. (Freepik)

JawaPos.com - Campak adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan mudah menyebar melalui udara, terutama lewat droplets atau percikan liur dari penderitanya.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala awal berupa demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah berair, kemudian munculnya ruam merah di kulit. Ruam campak biasanya bermula di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit campak umumnya lebih sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Saat ini, sudah terdapat vaksin yang bisa mencegah dan mengatasi masalah campak yaitu vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Penyebab Seseorang Terkena Campak

Alasan mengapa vaksin ini tergabung dengan nama lain karena ketiga penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama. Dikutip dari Halodoc, penyakit campak atau measles disebabkan oleh infeksi virus bernama rubeola, begitu pun dengan dua penyakit lainnya.

Virus campak diklasifikasikan dalam anggota genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Organ pertama yang diserang oleh virus ini adalah paru-paru, lalu akan mengarah ke kelenjar getah bening karena virus ingin menyebarkan ke seluruh tubuh.

Gejala Penyakit Campak

Seseorang yang terkena infeksi campak akan merasakan gejala yang mirip dengan flu seperti demam, hidung tersumbat, badan lemas dan batuk kering. Dikutip dari Alodokter, gejala akan timbul pada masa inkubasi virus sekitar 7-14 hari setelah infeksi.

Beberapa hari setelahnya, barulah muncul ruam merah di kulit yang biasanya akan muncul pertama pada area wajah dan leher. Jika tidak ditangani secepatnya, campak berpotensi akan membawa gejala yang lebih parah seperti diare, mual, dan muntah.

Cara Penanganan terhadap Penderita Campak

Campak bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, karena sistem imun tubuh yang sudah beradaptasi untuk melawannya. Namun, untuk mempercepat proses penyembuhan maka cara yang dilakukan pertama adalah dengan minum air secukupnya agar tidak dehidrasi.

Jika diperlukan, minum obat penurun demam seperti paracetamol tapi hindari penggunaan aspirin pada anak karena menyebabkan anak tersebut terkena sindrom Reye. Setelah itu yang perlu dilakukan berikutnya adalah beristirahat, dalam tahap pemulihan sediakan suplemen vitamin A sesuai kebutuhan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore