Secara medis, memar atau hematoma terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit mengalami kerusakan atau pecah. Darah yang keluar dari pembuluh yang rusak ini kemudian menumpuk di jaringan sekitarnya dan menciptakan bercak berwarna biru, ungu, atau kehitaman. Kondisi ini sebenarnya merupakan respon alami tubuh ketika kita mengalami trauma atau cedera, meskipun terkadang penyebabnya tidak kita sadari.
Melansir dari Very Well Health, beberapa orang memang cenderung lebih mudah mengalami memar dibandingkan yang lainnya. Kondisi ini sering kali bersifat genetik, dimana orang yang mudah memar biasanya memiliki anggota keluarga dekat yang juga mengalami hal serupa.
Selain faktor keturunan, warna kulit yang lebih cerah dan jenis kelamin juga dapat mempengaruhi seseorang mudah mengalami memar. Mereka yang lahir sebagai perempuan cenderung lebih mudah memar dibandingkan laki-laki.
Meskipun begitu, memar ringan umumnya tidak berbahaya. Namun, memar yang muncul secara tiba-tiba dan berulang tanpa sebab yang jelas bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan lainnya.
Mengutip dari laman Alodokter, dr. Irene menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi yang menyebabkan memar muncul tiba-tiba.
1. Kekurangan Faktor Pembekuan Darah
Tubuh memiliki sistem kompleks untuk menghentikan pendarahan ketika pembuluh darah mengalami kerusakan, dimana ini melibatkan protein pembekuan darah. Ketika tubuh kekurangan faktor-faktor pembekuan ini, darah akan sulit membeku dengan normal sehingga pendarahan di bawah kulit berlangsung lebih lama. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kelainan genetik seperti hemofilia atau penyakit von willebrand yang diturunkan dalam keluarga. Selain mengalami memar, penderita kondisi ini juga dapat mengalami pendarahan secara tiba-tiba tanpa sebab, seperti gusi berdarah dan mimisan.
2. Kekurangan Trombosit
Trombosit atau platelet merupakan komponen darah yang berperanan penting dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Ketika jumlah trombosit dalam darah menurun drastis, maka kemampuan darah untuk membeku menjadi terganggu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti infeksi virus, efek samping obat-obatan, atau penyakit autoimun yang menyerang trombosit. Seseorang dengan kondisi seperti ini tidak hanya mudah mengalami memar, tetapi juga rentan mengalami pendarahan yang sulit berhenti.
3. Penyakit Hati
Hati atau liver berperan memproduksi sebagian besar protein pembekuan darah yang dibutuhkan tubuh. Ketika hati mengalami kerusakan akibat hepatitis, sirosis, atau penyakit hati lainnya, produksi protein pembekuan ini akan menurun. Akibatnya, kemampuan darah untuk membeku menjadi terganggu dan penderita mudah mengalami pendarahan spontan di bawah kulit. Tidak hanya mudah memar, penderita penyakit hati juga akan mengalami gejala lain seperti kulit menguning dan perut membuncit.
4. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan dapat mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku, sehingga meningkatkan risiko terjadinya memar secara tiba-tiba. Obat pengencer darah seperti warfarin, aspirin, atau clopidogrel yang sering diresepkan untuk mencegah stroke dan serangan jantung adalah contoh utama obat yang dapat menyebabkan mudah memar. Tidak hanya obat-obatan, adapun suplemen herbal seperti ginkgo dan minyak ikan juga memiliki efek serupa jika dikonsumsi dalam dosis tinggi.
5. Kekurangan atau Defisiensi Vitamin
Vitamin tertentu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Jika tubuh kekurangan vitamin C, maka dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lemah dan mudah pecah. Sementara vitamin K, berperan dalam pembekuan darah, ketika tubuh kekurangan vitamin K maka gumpalan darah akan sulit terbentuk dengan cepat sehingga menciptakan memar.
6. Olahraga Berat
Aktivitas fisik yang sangat intens atau olahraga berat dapat menyebabkan trauma mikro pada pembuluh darah kecil di bawah kulit. Memar dapat muncul karena ketika melakukan olahraga yang berat, otot bekerja lebih keras sehingga dapat menyebabkan robekan atau pecahnya pembuluh darah halus di bawah kulit. Kondisi ini sering terjadi pada atlet atau orang yang baru memulai program olahraga dengan intensitas tinggi.
Meskipun begitu, kamu tidak perlu panik ketika menemukan memar di tubuh, karena tidak semua memar menandakan kondisi serius. Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah mengompresnya dengan air dingin, upaya ini dapat memperlambat aliran daran. Selain itu, kamu juga dapat memposisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari jantung untuk mencegah penggumpalan darah lebih lanjut dan mempercepat penyembuhan.
Namun, jika memar muncul secara berulang tanpa sebab yang jelas dan disertai gejala lain seperti mudah lelah, mimisan, dan lainnya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.