Ilustrasi minum kopi (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang di Indonesia. Minuman berkafein ini digemari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Tidak sedikit pula yang menjadikan kopi sebagai rutinitas harian, baik untuk menemani aktivitas, mengusir kantuk, maupun meningkatkan konsentrasi.
Kebiasaan minum kopi bahkan semakin populer seiring dengan menjamurnya coffee shop yang dijadikan tempat berkumpul atau sekadar bersantai. Melansir dari laman halodoc.com, kopi mengandung kafein yang bermanfaat untuk meningkatkan mood, metabolisme, serta mendukung kinerja otak dan fisik.
Meskipun begitu, berapa batas aman konsumsi kopi dalam sehari? Berdasarkan penjelasan yang dimuat di situs alodokter.com, konsumsi kopi tidak boleh lebih dari 400 mg kafein atau setara dengan empat cangkir per hari. Apabila melebihi batas tersebut, kopi justru bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
Berikut beberapa dampak buruk yang mungkin timbul jika seseorang mengonsumsi kopi secara berlebihan.
Mengonsumsi kopi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Efek kafein pada sistem saraf bisa memicu kenaikan tekanan darah sementara. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan risiko pada jantung dan pembuluh darah. Orang yang memiliki riwayat hipertensi sebaiknya lebih berhati-hati dalam membatasi jumlah kopi yang diminum.
2. Sering Buang Air Kecil
Kopi memiliki sifat diuretik yang bisa merangsang produksi urine. Akibatnya, seseorang yang minum kopi terlalu banyak akan lebih sering bolak-balik ke kamar mandi. Jika tidak diimbangi dengan cukup cairan, kondisi ini bisa memicu dehidrasi ringan.
3. Jantung Berdetak Lebih Cepat
Asupan kafein berlebih dapat membuat jantung berdetak lebih cepat atau tidak teratur (fibrilasi atrium). Jika setelah minum kopi Anda merasakan detak jantung tidak normal, sebaiknya mulai mengurangi jumlah konsumsi kopi agar kondisi tersebut tidak berlanjut.
4. Masalah pada Gigi dan Gusi
Kebiasaan minum kopi dengan tambahan gula dapat menimbulkan kerusakan pada gigi dan gusi. Kandungan tanin dalam kopi juga bisa membuat warna gigi menguning serta plak lebih mudah menempel. Jika kebersihan gigi tidak terjaga, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan mulut.
5. Gangguan Tidur atau Insomnia
Kafein memang dapat membuat tubuh lebih segar dan terjaga. Tetapi, jika diminum terlalu banyak, terutama menjelang malam, kopi bisa mengganggu pola tidur dan menyebabkan insomnia. Tidur yang tidak nyenyak dalam jangka panjang tentu berpengaruh pada kesehatan tubuh.
6. Gangguan Pencernaan
Minum kopi berlebihan dapat merangsang produksi asam lambung yang membuat perut terasa perih, kembung, atau bahkan memicu penyakit maag. Pada sebagian orang, kondisi ini juga bisa menyebabkan diare maupun memperparah gejala GERD.
7. Caffeine Withdrawal
Ketika seseorang terbiasa minum kopi setiap hari, tubuh bisa mengalami ketergantungan. Saat tiba-tiba berhenti, gejala caffeine withdrawal dapat muncul, seperti sakit kepala, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga suasana hati yang mudah berubah. Kondisi ini bahkan tercatat dalam panduan medis American Psychiatric Association (DSM).

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
