Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 21.28 WIB

Limbah Biologis Bisa Digunakan untuk Melindungi Gigi? Begini Fakta Menarik Inovasi Pasta Gigi dari Rambut

Ilustrasi seorang pria hendak menuangkan odol (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pasta gigi yang terbuat dari rambut manusia berpotensi menjadi cara yang berkelanjutan dan efektif secara klinis untuk melindungi serta memperbaiki kerusakan gigi.

Melansir dari Medical Xpres, sebuah studi terbaru menemukan bahwa keratin, protein yang juga terdapat pada rambut, kulit, dan wol, mampu memperbaiki enamel gigi dan menghentikan kerusakan pada tahap awal.

Enamel gigi adalah lapisan terluar yang berfungsi melindungi gigi dari kerusakan akibat asam, bakteri, dan faktor lainnya. Tim ilmuwan dari King's College London menemukan bahwa saat keratin bertemu dengan mineral dalam air liur, ia dapat membentuk lapisan pelindung yang meniru struktur dan fungsi enamel alami.

Menurut Dr. Sherif Elsharkawy, pakar prostodontik dari King's College London, berbeda dengan tulang atau rambut, enamel gigi tidak bisa tumbuh kembali.

Faktor-faktor seperti makanan dan minuman asam, kebersihan mulut yang buruk, serta penuaan dapat mempercepat kerusakan enamel, yang menyebabkan gigi sensitif, nyeri, hingga kehilangan gigi. Saat ini, pasta gigi berfluoride hanya bisa memperlambat proses tersebut. Namun, perawatan berbasis keratin terbukti dapat menghentikannya sepenuhnya.

Keratin menciptakan lapisan mineral padat yang tidak hanya melindungi gigi tetapi juga menutup saluran saraf penyebab sensitivitas, sehingga memberikan perlindungan struktural sekaligus meredakan gejala. Perawatan ini bisa dikembangkan menjadi pasta gigi untuk pemakaian sehari-hari atau gel khusus yang diaplikasikan oleh dokter gigi, mirip dengan cat kuku, untuk perbaikan yang lebih terarah.

Tim peneliti optimis teknologi ini bisa tersedia untuk masyarakat dalam 2-3 tahun ke depan. Pemilihan keratin sebagai bahan alternatif juga memberikan dampak baik secara eksternal karena dapat mengurangi penggunaan resin plastik beracun yang biasa dipakai dalam kedokteran gigi. Penemuan ini sejalan dengan tren inovasi sirkular dalam kesehatan, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya klinis bernilai tinggi.

Dr. Elsharkawy menambahkan bahwa kita sedang memasuki era baru bioteknologi, di mana pengobatan tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga memulihkan fungsi biologis dengan memanfaatkan material dari tubuh kita sendiri. Dengan pengembangan lebih lanjut dan dukungan industri, masa depan mungkin menghadirkan senyum yang lebih kuat dan sehat, hanya dari sehelai rambut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore