
Ilustrasi Kanker paru bisa disebabkan salah satunya karena kebiasaan merokok. (Cancer Center).
JawaPos.com - Kanker paru masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang sering kali baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Gejala awalnya yang samar seperti batuk ringan berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri dada, kerap diabaikan dan dianggap sebagai gangguan pernapasan biasa.
Padahal, semakin cepat kanker paru ditemukan, semakin besar pula peluang pasien untuk sembuh. Mengutip laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), meski lebih sering menyerang perokok aktif, kanker paru tidak hanya menyerang perokok.
Ada beberapa kelompok yang tergolong berisiko tinggi. Pertama jelas perokok aktif dan mantan perokok, terutama yang memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun.
Namun perlu diwaspadai juga, orang yang terpapar asap rokok secara pasif (perokok pasif) juga bisa terkena kanker paru. Selain itu, individu yang bekerja di lingkungan dengan paparan zat berbahaya seperti asbes, gas radon, atau polusi udara tinggi juga rentan terkena kanker paru.
Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru, orang dengan penyakit paru kronis seperti PPOK atau fibrosis paru dan usia di atas 50 tahun juga perlu waspada.
“Deteksi dini menjadi kunci dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker paru. Dengan CT Scan Low Dose, kami bisa menemukan kelainan pada paru bahkan sebelum gejala muncul, sehingga memungkinkan penanganan lebih cepat dan tepat,” ungkap Prof. Dr dr. Allen Widysanto, Sp.P, Dokter Spesialis Paru dari Siloam Hospitals Lippo Village, Jumat (18/7).
Untuk menjawab tantangan diagnosis kanker paru sejak dini, Siloam Hospitals Lippo Village menghadirkan teknologi CT Scan Low Dose. Pemeriksaan ini memungkinkan deteksi perubahan di paru-paru dengan paparan radiasi yang jauh lebih rendah dibandingkan CT Scan konvensional.
Teknologi ini diklaim sangat bermanfaat untuk skrining, terutama bagi mereka yang tergolong berisiko tinggi seperti perokok aktif, mantan perokok, atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru.
Pemeriksaan CT Scan Low Dose dapat mendeteksi kanker paru sejak stadium sangat awal, bahkan sebelum gejala muncul. Hal ini membuka peluang untuk penanganan yang lebih optimal dan berpotensi menyelamatkan nyawa pasien.
Selain skrining dini, rumah sakit ini juga menyediakan prosedur operasi paru tahap awal menggunakan pendekatan minim invasif melalui teknologi Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS).
Dengan metode ini, operasi dapat dilakukan hanya melalui sayatan kecil di dada, sehingga mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat masa pemulihan pasien.
“Pendekatan minim invasif ini memberikan manfaat yang signifikan, terutama bagi pasien dengan kanker paru tahap awal. Mereka dapat pulih lebih cepat dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik,” tegas Prof. Allen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
