Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 17.55 WIB

Bahaya Stroke Mengintai Anak Muda Indonesia: Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi dokter menjelaskan ke pasien. (Dok. Istockphoto) - Image

Ilustrasi dokter menjelaskan ke pasien. (Dok. Istockphoto)

JawaPos.com - Stroke adalah masalah kesehatan yang cukup serius dan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak muda. Salah satu penyebab stroke yang sering tidak disadari adalah gaya hidup tidak sehat, yang semakin umum di kalangan anak muda.

Tren kasus stroke di usia muda menunjukkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Namun banyak orang yang belum sadar bahwa mereka juga berisiko mengalaminya.

Melansir ayosehat.kemkes.go.id, data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2019 mencatat stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni 19,42 persen dari total kematian.

Berdasarkan riset kesehatan dasar (riskesdas) prevalensi stroke meningkat drastis dari 7 per 1.000 penduduk pada 2013 menjadi 10,9 per 1.000 penduduk pada 2018.

Bahkan, dilansir dari kemkes.go.id, survei kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, dengan beban biaya pengobatan mencapai Rp5,2 triliun, menjadikannya penyakit dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah jantung dan kanker.

Stroke dan Penyebabnya di Kalangan Muda

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba akibat gangguan suplai darah, baik karena sumbatan (stroke iskemik) maupun perdarahan (stroke hemoragik). Pada usia lanjut, stroke kerap disebabkan penyakit vaskular seperti hipertensi dan diabetes. Namun pada usia muda, faktor gaya hidup menjadi penyebab dominan.

Beberapa pemicu stroke di usia muda antara lain:

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, dan pola makan tinggi lemak mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.

Gaya hidup sedentari seperti duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung, yang semuanya merupakan faktor risiko stroke.

Kelainan jantung bawaan seperti patent foramen ovale (PFO). Satu dari empat bayi yang lahir di dunia ini memiliki kondisi kelainan pada jantung, di mana lubang pada serambi kiri dan kanan jantung tidak tertutup setelah lahir. Kondisi ini akan membuat sistem pemompaan jantung tidak berfungsi dengan semestinya.

Alhasil, akan ada darah yang tersisa dalam jantung yang nantinya akan menggumpal atau keluar dengan sendirinya menuju otak hingga menyebabkan stroke.

Cara Mengenali Tanda Stroke di Usia Muda

Melansir ayosehat.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal stroke dengan menggunakan akronim "SeGera Ke RS" yaitu:

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore