
Seorang wanita sedang melakukan akupuntur. (Pexels/Photo by Antoni Shkraba Studio)
JawaPos.com - Sakit kepala, terutama migrain, sering kali mengganggu aktivitas dan kualitas hidup seseorang. Meski banyak obat-obatan tersedia, sebagian orang mencari alternatif yang lebih alami dan minim efek samping. Salah satu metode pengobatan tradisional yang mulai banyak diminati adalah akupuntur.
Dilansir dari Healthline pada Senin (26/05), artikel ini membahas manfaat akupuntur saat sakit kepala, khususnya migrain, serta bagaimana akupuntur bekerja secara medis dan tradisional untuk membantu meredakan gejala tersebut.
Bagaimana Akupuntur Bekerja?
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, akupuntur diyakini dapat mengembalikan aliran energi positif (Qi) di seluruh tubuh dan menghilangkan energi yang terhambat atau stagnan yang menyebabkan rasa sakit. Secara modern, akupuntur dapat merangsang sistem saraf, imun, dan peredaran darah, sehingga memicu respons penyembuhan alami tubuh.
Prosedur akupuntur melibatkan penempatan jarum di titik-titik tekanan tertentu yang biasanya dekat dengan saraf. Titik-titik ini juga dianggap berhubungan dengan area tubuh spesifik yang memengaruhi kondisi kesehatan tertentu.
Meski ada teori placebo yang ikut berperan dalam efektivitas akupuntur, penelitian menunjukkan bahwa akupuntur asli memberikan manfaat lebih dibandingkan dengan akupuntur palsu (sham acupuncture), yang tidak menembus kulit atau dilakukan secara tidak tepat.
Manfaat Akupuntur untuk Migrain dan Sakit Kepala
Menurut ulasan riset tahun 2024, akupuntur dapat membantu:
Sebuah studi tahun 2022 juga menemukan bahwa akupuntur memiliki efek lebih baik dalam mengurangi frekuensi dan intensitas migrain dibandingkan dengan akupuntur palsu.
Pengobatan migrain dengan obat-obatan biasanya bertujuan menghentikan serangan dan mencegah serangan berikutnya, tapi obat ini bisa menimbulkan efek samping hingga sakit kepala rebound. Akupuntur menawarkan alternatif dengan manfaat serupa namun risiko efek samping lebih rendah.
Apakah Akupuntur Aman?
Akupuntur tergolong aman bila dilakukan oleh praktisi berlisensi. Namun, beberapa orang mungkin mengalami memar, kelelahan, atau nyeri ringan setelah sesi pertama.
Menurut NCCIH, risiko terbesar muncul jika akupuntur dilakukan oleh orang tanpa lisensi atau dengan peralatan tidak steril, yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Jarum akupuntur harus sekali pakai dan sudah disetujui FDA.
Pendekatan Tambahan untuk Mengatasi Sakit Kepala
Selain akupuntur, beberapa perubahan gaya hidup juga penting dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala, antara lain:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
