
Ilustrasi parkinson. (Freepik)
JawaPos.com – Peneliti dari Universitas Fudan, Tiongkok, bekerja sama dengan Prof. Alberto Ascherio dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menemukan kaitan antara konsumsi tinggi makanan ultra proses dengan gejala awal penyakit Parkinson.
Mengutip dari The Harvard Gazette, studi ini menggunakan data lebih dari 40.000 tenaga kesehatan yang dilacak sejak pertengahan 1980-an. Pada 2010-an, peserta menjawab pertanyaan terkait gejala nonmotorik awal Parkinson.
Hasilnya, orang yang mengonsumsi sekitar 11 porsi makanan ultra-proses per hari memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar mengalami gejala awal Parkinson dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi dua hingga tiga porsi.
Parkinson diketahui berkembang perlahan dan bisa dimulai 10 hingga 15 tahun sebelum munculnya gejala khas seperti tremor.
Karena itu, para peneliti memilih untuk mempelajari tanda-tanda awal (prodromal) yang muncul jauh sebelum diagnosis resmi dilakukan.
Penelitian ini fokus pada tiga gejala prodromal yang umum dan mudah dinilai.
Pertama, gejala bertindak saat bermimpi, yang dikonfirmasi oleh pasangan tidur peserta.
Kedua, penurunan indra penciuman (hiposmia), yang diuji menggunakan alat "scratch-and-sniff" yang dikirim ke rumah peserta. Terakhir gejala konstipasi.
Kombinasi dari ketiga gejala ini hanya ditemukan pada sekitar dua persen lansia, tetapi mereka yang mengalaminya memiliki risiko 23 kali lebih besar berkembang menjadi Parkinson.
Ascherio mengakui bahwa studi ini memiliki keterbatasan, termasuk kemungkinan penafsiran terbalik yaitu, bukan makanan yang menyebabkan gejala, tetapi justru gejala yang mengubah pola makan.
Untuk mengurangi kemungkinan ini, peneliti menggunakan data pola makan dari tahun 1986, jauh sebelum gejala dinilai pada 2012.
"Jika konsumsi tinggi sudah terjadi jauh sebelumnya, kecil kemungkinan gejala yang memicu perubahan diet," kata Ascherio.
Ia juga mencatat kemungkinan adanya faktor lain yang tidak terukur dalam studi ini.
"Kami belum tahu apakah ada komponen spesifik dalam makanan ultra-proses yang bersifat toksik," katanya.
(*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
