Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 22.46 WIB

Mengenal Penyebab dan Gejala Kanker Prostat, Lebih Parah dari Susah Kencing Biasa

Ilustrasi kanker prostat. (CONQUER magazine). - Image

Ilustrasi kanker prostat. (CONQUER magazine).

JawaPos.com - Kanker prostat kerap dikeluhkan oleh kalangan pria. Kanker prostat merupakan kondisi ketika munculnya pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di bagian sistem reproduksi pria, terutama pada pria usia lanjut.

Belakangan, kanker prostat kerap dialami oleh pria usia lebih muda. Prostat merupakan kelenjar dalam sistem organ reproduksi pria yang mengelilingi uretra atau saluran yang membawa urine dari kandung kemih keluar dari tubuh. Fungsi utama prostat memproduksi cairan semen yang membantu membawa sperma saat ejakulasi. Nah, kanker prostat terjadi ketika sel-sel dalam kelenjar prostat mulai tumbuh secara tidak terkendali. 

Pertumbuhan sel abnormal ini dapat mengganggu fungsi normal organ reproduksi pria, sehingga dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Penyebab kanker prostat disebabkan oleh adanya mutasi genetik dari sel-sel di dalam kelenjar prostat. Mutasi genetik ini menyebabkan sel tersebut dapat tumbuh secara abnormal bahkan mengganas.

Namun, penyebab pasti terjadinya mutasi genetik dari sel kanker ini belum sepenuhnya diketahui secara pasti. Tapi beberapa hal yang disinyalir bisa menjadi penyebab kanker prostat obesitas, gaya hidup tidak sehat dan pernah terpapar bahan kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik.

Umumnya, kanker prostat bisa menyerang pria di atas 50 tahun. Tapi saat ini, usia lebih muda juga rawan kena kanker prostat, sepanjang gaya hidupnya tidak sehat dan pernah punya riwayat keluarga yang mengalami penyakit serupa.

Mengutip Siloam Hospital, kanker prostat adalah jenis kanker yang cenderung sulit terdeteksi secara dini. Pada tahap awal, kanker prostat tidak menunjukkan gejala yang jelas. 

Setelah kelenjar sudah mulai membengkak, kemudian gejala kanker prostat baru akan timbul dan dapat dirasakan oleh penderitanya. Kalau sudah parah, aliran urine akan melemah dan sulit menahan buang air kecil.

Munculnya darah pada air mani atau urine juga bisa menjadi pertanda. Kemudian, penderita kanker prostat akan lebih sering buang air kecil, terlebih di malam hari dan rasa panas dan nyeri pada penis saat ejakulasi atau buang air kecil.

Namun saat ini, metode pengobatan kanker prostat relatif lebih maju. Tanpa bedah, ada metode pengobatan kanker prostat yang disebut sebagai terapi Lutetium PSMA. Dokter Febby Hutomo, Sp. KN (K), FANMB, dokter spesialis kedokteran nuklir konsultan nuklir onkologi RS Siloam MRCCC Semanggi menjelaskan Lutetium PSMA adalah terapi radioaktif yang menargetkan molekul spesifik di sel kanker prostat.

“Lutetium merupakan pengobatan kanker prostat yang dilakukan ketika hormonal terapi sudah tidak bisa digunakan kepada pasien,” sebut dr. Febby akhir pekan lalu di Jakarta.

Dengan menggunakan terapi Lutetium PSMA, pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan pilihan terapi dapat memperoleh harapan baru. Terapi ini dapat memperlambat perkembangan kanker, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan. 

Salah satu keunggulan utama Lutetium PSMA adalah keamanannya bagi jaringan sehat di sekitar kanker prostat. Berbeda dengan terapi radiasi eksternal yang dapat merusak jaringan di sekeliling area pengobatan, Lutetium PSMA hanya menargetkan sel kanker yang memiliki PSMA pada permukaannya. 

Hal ini membuat efek samping terhadap jaringan normal menjadi sangat minimal. Efek samping yang mungkin muncul cenderung lebih ringan dibandingkan terapi konvensional, seperti kemoterapi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore