Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 19.12 WIB

Waspada! Jerawat Bisa Dipicu Polusi dan Sinar UV, Begini Penjelasan Ahli Kulit

Polusi, Sinar UV penyebab masalah kulit. (Ron Lach/Pexels) - Image

Polusi, Sinar UV penyebab masalah kulit. (Ron Lach/Pexels)


JawaPos.com – Polusi udara dan paparan sinar ultraviolet (UV) kini bukan hanya ancaman bagi paru-paru atau mata, tetapi juga kesehatan kulit.

Kesehatan kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, termasuk polusi udara dan paparan sinar ultraviolet (UV). Kedua faktor ini dapat memperburuk kondisi kulit seperti jerawat.

Mengatasi masalah kulit seperti alergi dan jerawat membutuhkan pendekatan yang tepat. Perbaikan gaya hidup serta penghindaran pemicu dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kesehatan kulit.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa polusi dan radiasi UV menjadi penyebab utama kerusakan kulit, termasuk munculnya jerawat, penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga inflamasi kronis.

Sebuah studi dari Journal of Investigative Dermatology mengungkap bahwa partikel mikro dalam polusi udara seperti PM2.5 mampu menembus lapisan kulit, menyebabkan stres oksidatif, melemahkan skin barrier, dan memicu peradangan.

“Matahari jam berapa sebenarnya paling bagus sih sebelum jam 10.00 Wib dan setelah jam 15.00 Wib,” jelas dr. Sri. Awalia, M.Kes., Sp.DVE, Subsp.DAI, Ph.D.

Sementara itu, sinar UV terutama UV A dan UV B meningkatkan produksi radikal bebas yang mempercepat kerusakan kolagen dan elastin, dua protein penting untuk elastisitas kulit.

Paparan sinar UV dan polusi memiliki dampak buruk pada kesehatan kulit, menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, perlindungan yang tepat dari sinar matahari sangat penting.

“Paparan sinar UV dan polusi memiliki dampak buruk pada kesehatan kulit, menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, perlindungan yang tepat dari sinar matahari sangat penting,” tambah dr. Sri. Awalia.

Ketika polusi menumpuk di kulit, pori-pori menjadi tersumbat oleh partikel mikroskopis dan racun.

Ditambah dengan paparan sinar UV, kulit memproduksi lebih banyak sebum sebagai mekanisme perlindungan, yang justru membuat kulit lebih rentan terhadap jerawat.

“Perubahan pada tahi lalat bisa menjadi tanda melanoma, sehingga penting untuk memeriksanya ke dokter kulit. Pencegahan dengan tabir surya juga sangat dianjurkan untuk melindungi kulit,” jelas dr. Sri. Awalia.

Penelitian dari International Journal of Cosmetic Science menyebutkan bahwa polusi juga menurunkan jumlah antioksidan alami kulit seperti vitamin E, sehingga kulit lebih mudah iritasi dan terinfeksi bakteri penyebab jerawat, seperti Propionibacterium acnes.

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Beberapa tanda bahwa kulitmu terkena dampak polusi dan UV antara lain:

Jerawat muncul lebih sering dari biasanya, kulit kusam, kering, atau mudah kemerahan, muncul flek hitam (hiperpigmentasi), tekstur kulit kasar dan tidak merata, kulit terasa sensitif atau gatal setelah terpapar udara luar

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore