Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 21.12 WIB

6 Dampak Eksim terhadap Kehidupan Sehari-hari dan Cara Efektif Mengelolanya secara Konsisten

Ilustrasi mengalami eksim (Freepik) - Image

Ilustrasi mengalami eksim (Freepik)

JawaPos.com – Mengalami eksim berarti menjalani hari-hari dengan perhatian ekstra terhadap kondisi kulit yang sensitif dan sering kambuh.

Eksim adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan peradangan, gatal, kering, dan ruam yang bisa kambuh berulang.

Memahami dampak eksim dan strategi pengelolaannya membantu mengurangi gejala serta meningkatkan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Berikut 6 dampak eksim terhadap kehidupan sehari-hari dan cara efektif mengelolanya secara konsisten dilansir dari laman Healthcentral, Kamis (8/5):

Baca Juga: Mencapai Kelas Ningrat: 8 Weton Unggulan yang Awalnya Tersisih dan Terhina, Kini Buktikan Diri dan Berhasil Memperoleh Kekayaan Terbesar

1. Durasi Eksim Cukup Panjang

Sebagian besar kasus eksim berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan dimulai sejak masa dewasa. Diagnosis dewasa mencakup sekitar 72% kasus dengan durasi lebih dari 5 tahun mencapai 39%.


Eksim tidak hanya muncul sesekali, tetapi terus-menerus mempengaruhi kulit dan aktivitas harian. Kondisi kronis ini memerlukan perhatian jangka panjang, bukan hanya solusi sementara.

2. Gatal Menjadi Keluhan Dominan

Gejala gatal merupakan keluhan utama bagi 91% penderita eksim. Selain gatal, kulit juga bisa mengalami pengelupasan, bersisik, dan peradangan.

Gejala ini sering kali muncul mingguan dan dapat bertahan lebih dari 7 hari. Rasa sakit, lecet, serta ketidaknyamanan menjadi konsekuensi tambahan dari gejala kronis ini.

3. Efektivitas Obat Beragam

Tidak semua pengobatan memberikan hasil yang konsisten bagi semua penderita eksim. Sebanyak 33% merasa eksim tetap kambuh meskipun sudah menggunakan obat secara rutin.

Penggunaan lotion, suplemen, dan perubahan pola makan menjadi solusi tambahan. Pengobatan topikal dan biologik perlu disesuaikan dengan kondisi individu secara berkala.

4. Stres Memperparah Kondisi

Stres memicu flare eksim karena mempengaruhi hormon dan respons imun tubuh. Sebanyak 72% responden menyatakan bahwa stres berperan dalam kambuhnya eksim.

Pengurangan stres seperti meditasi dan latihan fisik memberikan dampak positif. Mengelola stres secara teratur dapat membantu memperpanjang waktu remisi gejala.

5. Gangguan Psikologis Nyata Terjadi

Eksim meningkatkan risiko depresi dan kecemasan hingga 14-17%. Setengah lebih dari penderita merasa terganggu secara emosional karena kondisi kulitnya.

Kurang tidur, rasa malu, dan penurunan kepercayaan diri sering muncul. Gangguan psikologis ini perlu ditangani setara dengan gejala fisik yang dialami.

6. Aktivitas Sehari-hari Terpengaruh

Eksim menyebabkan perubahan gaya hidup dan pembatasan dalam aktivitas sosial. Hampir separuh menghindari pakaian terbuka, 46% menghindari produk perawatan baru.

Kegiatan fisik, keintiman, bahkan berjabat tangan bisa terhambat. Kondisi ini menunjukkan bahwa eksim mempengaruhi kualitas interaksi sosial dan kebiasaan pribadi.

Mengelola eksim secara konsisten dan tepat dapat membantu mengurangi dampak jangka panjang terhadap kesehatan kulit dan kehidupan sehari-hari.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore