Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Januari 2025 | 20.00 WIB

Kopi Bisa Meredakan Sakit Kepala, Fakta atau Sugesti?

Ilustrasi minuman kopi. (Freepik) - Image

Ilustrasi minuman kopi. (Freepik)

JawaPos.com – Banyak orang yang membeli segelas kopi dengan alasan untuk membuat mata mereka terjaga, fokus, dan memberi dorongan energi. Tapi suatu hari ketika kepala sedang terasa pusing, rasa nyeri itu pun sirna berkat asupan kopi. Apakah ini fakta atau sekadar sugesti belaka?

Seperti yang sudah diketahui, salah satu kandungan dalam kopi adalah kafein. Inilah yang membuat sakit kepala reda saat menikmati minuman tersebut. Jadi bisa dikatakan, kopi memang dapat mengurangi rasa nyeri sakit kepala.

Walaupun begitu, ternyata di samping mampu mengatasi pusing, minuman dengan kandungan kafein seperti kopi, teh, atau bahkan cokelat juga bisa menyebabkan efek sebaliknya. Artinya, bukan cuma meredakan tapi juga memicu!

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Meredakan Sakit Kepala

Persis seperti yang telah disinggung sebelumnya, minuman berkafein layaknya kopi maupun teh dapat meredakan nyeri pusing. Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, pembuluh darah membengkak dan mengencang saat mengalami sakit kepala.

Kondisi itu membuat aliran darah ke sekitar otak meningkat sehingga menekan saraf. Alhasil, rasa nyeri pun timbul atau biasa disebut sakit kepala.

Peran kafein dalam meredakan sakit kepala adalah menyempitkan pembuluh darah karena memang kafein punya sifat vasokonstriksi. Ketika aliran sudah dibatasi, rasa nyeri perlahan mulai mereda.

2. Memicu Sakit Kepala

Kafein rupanya tak cuman berperan dalam mengobati sakit kepala, tetapi juga memicu efek sebaliknya. Ketika Anda mengonsumsi kafein secara rutin, entah dalam bentuk kopi atau minuman maupun makanan lain, semakin lama tubuh akan ketergantungan.

Pada kondisi ini, kafein sudah terbiasa menyempitkan pembuluh darah sekitar otak. Apabila tiba-tiba berhenti mendapat asupan kafein, pembuluh darah justru membesar.

Imbasnya, aliran darah sekitar otak meningkat sekaligus terjadi tekanan pada saraf. Jika sudah begitu, akan terasa sakit kepala akibat putus kafein.

Tubuh butuh waktu selama beberapa minggu untuk menyesuaikan diri kembali hidup tanpa asupan kafein. Oleh karena itu, kurangi konsumsi kafein seperti kopi dan lain sebagainya secara perlahan atau cukup menikmatinya dalam jumlah sedang.

Pada intinya, kopi dapat meredakan pusing atau sakit kepala memang fakta karena ada kandungan kafein. Namun perlu diperhatikan juga bahwa ketika putus kafein, akan timbul efek yang malah membuat kepala nyeri.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore