Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2025, 23.11 WIB

Redakan Kecemasan dengan Makanan: Coba Batasi 4 Makanan dan Minuman Ini agar Gak Semakin Parah!

Ilustrasi: Wanita yang sedang minum kopi. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Wanita yang sedang minum kopi. (Pexels)

JawaPos.com – Gangguan kecemasan adalah masalah kesehatan mental yang semakin umum dihadapi banyak orang di seluruh dunia. Dari stres sehari-hari hingga gangguan kecemasan yang lebih serius, banyak orang mencari cara untuk meredakan perasaan cemas.

Beberapa memilih untuk mengandalkan makanan dan minuman tertentu dengan harapan bisa merasa lebih tenang. Namun, meskipun beberapa makanan dapat membantu menenangkan pikiran, tidak sedikit yang justru memperburuk kondisi kecemasan.

Apa yang kita makan berpengaruh besar terhadap keseimbangan kimia otak, termasuk neurotransmitter yang mengatur suasana hati dan kecemasan.

Lalu, apa saja makanan dan minuman itu? Melansir dari laman Healthline, Kamis (9/1), berikut adalah 4 jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari atau batasi jika ingin mengurangi kecemasan.

  1. Kafein

Kebiasaan minum kafein bisa lebih berbahaya daripada bermanfaat bagi orang yang cemas. Kafein aman dalam jumlah rendah, tetapi dosis tinggi bisa menyebabkan kecemasan, terutama bagi mereka yang punya gangguan panik.

FDA (The Food and Drug Administration) menyebutkan bahwa orang dewasa umumnya bisa mengonsumsi hingga 400 mg kafein sehari tanpa efek negatif. Namun, sebuah studi tahun pada tahun 2020 di Bahrain menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari bisa menyebabkan sakit kepala, serangan panik, kecemasan berlebihan, dan perasaan tidak berharga.

  1. Gula tambahan

Gula alami ada di banyak makanan yang kita nikmati, seperti buah, jadi tidak mungkin menghindarinya sepenuhnya. Namun, gula tambahan bisa menyebabkan kecemasan.

Ketika kita makan gula, tubuh melepaskan insulin untuk menstabilkan kadar gula darah, tetapi lonjakan gula ini membuat tubuh bekerja keras dan menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang dapat memengaruhi suasana hati.

Konsumsi gula olahan berlebihan dapat memicu kecemasan, memperburuk suasana hati, dan berpotensi menyebabkan masalah mental lainnya. Sebuah studi terhadap tikus pada tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi gula dalam jumlah besar mengurangi produksi dopamin, yang berhubungan dengan suasana hati negatif.

Sebagai alternatif, cobalah pengganti alami, seperti stevia atau erythritol, dan pilih buah atau sayuran manis alami, seperti ubi jalar.

  1. Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan adalah makanan yang telah kehilangan sebagian besar serat dan nutrisinya, dan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung serta kecemasan.

Sebuah penelitian pada tahun 2019 menunjukkan bahwa biji-bijian olahan berhubungan dengan kecemasan dan depresi lebih tinggi. Di sisi lain, penelitian terhadap tikus pada tahun 2018 juga menemukan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan bisa menyebabkan gejala kecemasan.

Karbohidrat olahan ditemukan dalam banyak makanan, seperti kue kering, minuman bersoda, pasta, sereal, makanan ringan, tepung putih, nasi putih, dan roti putih.

Sebagai alternatif, cobalah memilih gandum utuh atau biji-bijian utuh yang lebih sehat, seperti roti gandum utuh atau sereal biji-bijian utuh. Jika Anda mengikuti diet bebas gluten, pilih pasta atau roti dari beras merah, gandum, atau quinoa.

  1. Alkohol

Alkohol sering kali dianggap dapat membantu meredakan kecemasan sosial. Namun, kenyataannya, alkohol justru bisa memperburuk masalah kecemasan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore