Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 November 2024 | 00.25 WIB

Dear Bunda, Menu Makan Anak Jangan Asal Kenyang, tapi Harus Cukup Gizi Agar Terhindar Stunting

Ilustrasi anak-anak makan udang. (tinybeans) - Image

Ilustrasi anak-anak makan udang. (tinybeans)

JawaPos.com - Para bunda di rumah yang aktif memasak untuk keluarga, terutama anak-anak yang masih sangat sensitif terhadap kebutuhan gizi mereka, butuh perhatian lebih dalam proses memasak. Makanan nggak cukup hanya mengenyangkan saja, tapi juga harus cukup gizi.

Apalagi, anak-anak yang masih dalam usia rentan stunting. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), usia rentan stunting pada anak adalah 0–59 bulan, dengan mayoritas kasus terjadi pada anak usia 24–35 bulan.

Kondisi saat ini masih banyak anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga terjadi stunting. Asupan gizi yang baik didapatkan dari makanan yang tepat sesuai yang tersedia di daerah masing-masing.

Gizi yang baik adalah pondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama bagi mereka yang tumbuh dan berkembang di lingkungan rentan.

Lalu pangan seperti apa yang dapat mencegah stunting? Pencegahan stunting dimulai dari porsi isi piring dengan kandungan gizi seimbang, salah satunya untuk pembentukan kolagen bagi kebutuhan tulang rawan.

Tetapi secara umum kalau sudah makan tiga jenis lauk pauk setiap hari maka semua kebutuhan asam amino esensial untuk pembentukan kolagen sudah terpenuhi.

Kandungan gizi seimbang bisa didapatkan dari pangan yang banyak beredar di masyarakat. Untuk ibu hamil atau sebelum bayi lahir pangan yang dianjurkan setiap kali makan adalah ikan minimal 4 kali seminggu dengan porsi minimal 75 gr – 100 gr, 1-2 butir telur sehari, susu, pangan hewani, dan lauk pauk.

Terkait dengan masakan yang tidak hanya enak dan mengenyangkan namun juga kaya gizi untuk mencegah stunting, PT Sasa Inti, berkolaborasi dengan Rotary Club, Universitas Podomoro, Cikarang Listrindo, dan Rumah Sakit Wonolangan, menyelenggarakan Seremoni Penyerahan Hadiah Lomba Cipta Kreasi Menu "Ibu Hebat untuk Generasi Bebas Stunting".

Acara tersebut sekaligus menghubungkan para kader posyandu dari empat kota di Indonesia. Lomba ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung gerakan penanggulangan stunting di Indonesia.

Dengan mengangkat tema "Ibu Hebat untuk Generasi Bebas Stunting", program ini bertujuan memberdayakan para ibu dalam menciptakan menu sehat dan bergizi berbasis bahan lokal yang mudah diakses masyarakat.

Chief of Manufacturing PT Sasa Inti, Snowerdi Sumardi, dalam sambutannya menyatakan, lomba ini merupakan bagian dari komitmen Sasa untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia.

"Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan solusi praktis yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Snowerdi melalui keterangannya.

Acara penyerahan hadiah yang dilakukan secara Hybrid dari Studio Kreasi Sasa dihadiri oleh para Kader Posyandu dari sejumlah lokasi yaitu Kembangan, Cikarang, Gending Probolinggo dan Minahasa Selatan. Perwakilan dari seluruh mitra strategis juga hadir termasuk District Governor 3410 Rotary Club Indonesia, serta perwakilan dari Universitas Podomoro, Cikarang Listrindo, Asosiasi Kelor Indonesia, dan Rumah Sakit Wonolangan.

Para pemenang lomba mendapatkan penghargaan atas kreativitas dan dedikasi mereka dalam mengembangkan menu inovatif dan bergizi untuk mendukung upaya pemberantasan stunting di Indonesia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore