Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 21.26 WIB

Menurut Penelitian, Berjalan Kaki dengan Cepat dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Mengontrol Gula Darah

Orang yang berjalan kaki dengan cepat menurunkan risiko diabetes. (Freepik) - Image

Orang yang berjalan kaki dengan cepat menurunkan risiko diabetes. (Freepik)

JawaPos.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa berjalan kaki memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan kesehatan kardiovaskular hingga keseimbangan.

Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kecepatan dalam berjalan juga bisa menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan karena memberikan efek positif bagi diabetes.

Penelitian yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, menemukan bahwa berjalan dengan kecepatan 4 kilometer atau lebih per jam dapat penurunan risiko terkena diabetes tipe 2.

Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin cepat seseorang berjalan di atas kecepatan 4 km/jam, semakin rendah risiko diabetes tipe 2.

Untuk setiap peningkatan kecepatan per 1km, terdapat penurunan risiko sebesar 9% penurunan risiko diabetes.

Para peneliti menganalisis data dari 508.121 orang dewasa dari Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris antara tahun 1999 dan 2022.

Peserta yang berjalan dengan kecepatan 2-3 mil (atau 3-5 kilometer) per jam dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 15%, terlepas dari berapa lama mereka berjalan kaki.

Selain itu, peserta yang berjalan lebih cepat, dengan kecepatan 3-4 mil/jam atau 5-6 km/jam, memiliki 24% penurunan risiko diabetes tipe 2 dibandingkan dengan yang berjalan lebih lambat.

Alasan utama berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi dapat menurunkan risiko diabetes adalah karena insulin, hormon dalam tubuh yang mengatur gula darah dapat bekerja lebih baik.

Menurut Benjamin Boudreaux, PhD., seorang ahli dari Columbia University's Center for Behavioral Cardiovascular Health, meningkatkan intensitas aktivitas fisik seperti berjalan lebih cepat dapat membantu insulin berfungsi lebih baik dengan menyerap gula darah di otot, bukan di aliran darah, dilansir dari Health pada (30/10).

Boudreaux menjelaskan bahwa penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 memiliki regulasi insulin yang buruk sehingga gula darahnya tidak dapat diserap dari aliran darah.

Ketika seseorang berolahraga dan meningkatkan intensitas aktivitas fisik, regulasi insulin bisa membaik dan gula darah dapat diserap dari aliran darah.

Selain itu, kecepatan seseorang dalam berjalan juga dapat menjadi indikator kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Kecepatan berjalan dapat mengindikasikan banyak hal di luar seberapa bugar seseorang dan hal ini harus dipertimbangkan sebagai kondisi kesehatan tubuh.

Sebagai contoh, kecepatan berjalan dapat memengaruhi kesehatan jantung, harapan hidup, kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, fungsi kognitif, dan bahkan status disabilitas.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore