Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 06.18 WIB

Sering Buang Air Kecil, Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi mimpi buang air kecil. - Image

Ilustrasi mimpi buang air kecil.

JawaPos.com - Frekuensi atau tingkat sering buang air kecil setiap orang tentu berbeda-beda setiap harinya. Hal ini bergantung pada banyaknya asupan cairan dan kinerja organ ginjal dalam mengolah kelebihannya. 

Normalnya, frekuensi buang air kecil berkisar antara 6 hingga 8 kali dalam waktu 24 jam. Jika kamu minum terlalu banyak, terutama sebelum tidur malam, atau mendapat asupan kafein, tentu frekuensi berkemih akan mengalami peningkatan.

Meski demikian, kalau kamu tidak banyak minum atau tidak mendapat asupan kafein, tetapi frekuensi berkemih berkurang, ini dapat menjadi indikasi masalah kesehatan.

Sebagaimana dilansir dari Halodoc, Selasa (27/8), berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab sering buang air kecil:

1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Menurut buku berjudul Urinary Tract Infection oleh StatPearls Publishing (2023), infeksi saluran kemih adalah masalah kesehatan yang paling sering memengaruhi frekuensi buang air kecil pada seseorang. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang berusia 16 sampai 35 tahun, dengan 10 persen wanita terkena infeksi berulang dan lebih dari 40 persen hingga 60 persen mengalami infeksi setidaknya sekali dalam hidup mereka. 

Selain itu, kekambuhan juga sering terjadi, dengan hampir setengah pengidapnya mengalami gangguan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Masalah kesehatan ini memicu peningkatan frekuensi buang air kecil bersamaan dengan penurunan volume urine.

2. Kandung kemih overaktif

Sering buang air kecil juga bisa menjadi tanda kandungan kemih overaktif atau overactive bladder. Penyebabnya adalah kandung kemih yang berkontraksi berlebihan, meski belum penuh dengan urine. Biasanya, gejala dari masalah kesehatan ini terjadi secara tiba-tiba.

3. Sering buang air kecil gejala diabetes

Tak banyak yang menyadari bahwa peningkatan frekuensi buang air kecil juga menjadi gejala awal dari diabetes. Gangguan ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa dalam bentuk urine. Namun, pastinya perlu ada pemeriksaan medis pendukung untuk menguatkan diagnosis.

4. Batu ginjal

Sering buang air kecil pun menjadi gejala utama dari penyakit batu ginjal. Keinginan untuk sering buang air ini awalnya akan muncul saat pengidap merasakan rasa sakit berbentuk tekanan pada bagian saluran kemih.

Tekanan ini berasal dari batu yang keluar dari ginjal dan tersangkut di ureter. Ketika batu mencapai kantung kemih, rasa sakit tertekannya akan mereda, tapi, sebagai gantinya keinginan untuk sering buang air kecil muncul.

Selain itu, penyakit ini juga muncul dengan gejala berupa mual, muntah, sakit perut bagian bawah, dan perubahan warna urine menjadi lebih keruh. Bahkan, pengidap juga terkadang mengalami kencing berdarah. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore