Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juli 2024 | 20.54 WIB

Gaya Hidup Modern Memicu Fenomena 'Remaja Jompo

Produk Etawalin hadir di Jakarta Fair 2024. (Istimewa) - Image

Produk Etawalin hadir di Jakarta Fair 2024. (Istimewa)

JawaPos.com - Gaya hidup modern memang memudahkan semua orang. Semuanya terhadirkan secara praktis. Di balik kepraktisan itu berdampak pada kesehatan. Di antaranya muncul fenomena 'Remaja Jompo'.

Physical Medicine and Rehabilitation Resident dr Adrian Setiaji mengungkapkan, fenomena 'remaja jompo' menunjukkan bahwa generasi muda semakin sering mengalami nyeri sendi. Nyeri itu biasanya dialami oleh orang dewasa. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan buruk, dan gaya hidup tidak aktif berkontribusi pada kondisi ini.

Gaya hidup modern, termasuk kebiasaan duduk lama di depan komputer memperburuk kesehatan sendi. Pekerja kantoran sering mengalami nyeri sendi akibat posisi duduk yang statis dan penggunaan komputer berlebihan tanpa istirahat cukup. "Termasuk postur tubuh yang tidak ergonomis,” ungkap dr. Adrian Setiaji kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut data Kementerian Kesehatan 2018, sebanyak 35 persen masyarakat Indonesia mengalami kekurangan aktivitas fisik. Kekurangan aktivitas fisik memicu meningkatkan risiko kematian hingga 30 persen dibandingkan dengan yang aktif. WHO mencatat bahwa kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab kematian nomor 4 di dunia.

Dokter Adrian Setiaji menjelaskan, gejala awal osteoporosis sering kali tidak terasa hingga terjadi patah tulang. Namun, beberapa tanda awal termasuk nyeri punggung akibat patah tulang vertebra, penurunan tinggi badan, dan postur tubuh yang bungkuk.

Faktor risiko osteoporosis meliputi usia lanjut, kekurangan kalsium dan vitamin D, gaya hidup sedentari, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan riwayat keluarga dengan osteoporosis. "Perempuan pasca menopause juga memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan hormon estrogen," sambungnya.

Untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan sendi, Adrian Setiaji merekomendasikan latihan peregangan sederhana, seperti stretching otot punggung, dan kaki. Tidak lupa olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga. Latihan itu dapat dilakukan sebelum mengunjungi acara seperti Jakarta Fair untuk menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi ketegangan pada sendi.

Sementara itu, PT Herbathos Untuk Indonesia dengan produk andalannya, Etawalin, hadir Jakarta Fair 2024. Direktur Utama PT Herbathos Untuk Indonesia Ahmad Zaini mengatakan, pihaknya bangga dapat memperkenalkan Etawalin di Jakarta Fair sebagai solusi untuk mengatasi nyeri sendi dan mencegah osteoporosis. Etawalin diformulasikan dengan bahan alami yang efektif dan aman, sehingga dapat membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dan aktif.

"Kami berharap kehadiran Etawalin di Jakarta Fair dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sendi dan tulang sejak dini," ungkapnya.

Melalui kehadirannya di Jakarta Fair, Etawalin berkomitmen untuk terus mendukung kesehatan tulang dan sendi masyarakat Indonesia melalui edukasi dan konsultasi gratis, serta memperkenalkan solusi alami yang efektif dan aman untuk kehidupan yang lebih sehat dan aktif.

Sebagai pendekatan menyeluruh untuk kesehatan tulang dan sendi, Etawalin tidak hanya mengandalkan teknologi terkini dalam memperkuat struktur tulang, tetapi juga menawarkan formulasi yang ramah dan efektif.

Dengan kombinasi susu kambing dan herbal seperti kayu manis, jahe, temulawak, daun salam, dan sereh, Etawalin tidak hanya menyediakan manfaat kesehatan yang menyeluruh, tetapi juga menawarkan rasa yang enak tanpa bau prengus yang mengganggu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore