Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juni 2024 | 18.22 WIB

Sunat dari Sisi Kesehatan dan Agama, Sakitnya Sedikit tapi Manfaatnya Banyak

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dr Dwi Sudharto (baju batik) di sunatan massal di UT Bogor (29/6). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dr Dwi Sudharto (baju batik) di sunatan massal di UT Bogor (29/6). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

 
JawaPos.com - Memasuki masa libur sekolah kenaikan kelas seperti sekarang, sunatan atau khitanan massal banyak di gelar di berbagai tempat. Setiap anak yang mengikuti sunat atau khitan, tidak hanya menjalankan ajaran agama. Tetapi juga sekaligus memperoleh banyak manfaat dari sisi kesehatan. 
 
Informasi mengenai manfaat sunat itu, disampaikan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dr Dwi Sudharto. Dia mengatakan wajar ketika anak akan disunat merasa takut. Bahkan ada yang sampai menjerit histeris, atau menangis. Meskipun ketika saat disunat, si anak tidak merasakan apa-apa karena sudah dilakukan pembiusan secara lokal.
 
"Semua paham, manfaat sunat ini untuk kesehatan kita. Supaya bisa tumbuh dan berkembang lebih baik," katanya di sela sunatan massal di Universitas Terbuka (UT) Bogor pada Sabtu (29/6).
 
Kegiatan itu diikuti seratus anak. Tim medis yang diturunkan dari RS Islam Bogor meliputi tiga dokter umum, satu dokter spesialis bedah, dan delapan orang perawat. 
 
Dengan disunat, anak-anak bisa lebih bersih. Misalnya tidak ada lagi kotoran yang tersisa dari air kencing si ujung penis. Sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi atau beragam penyakit lainnya. Pasalnya air kencing langsung keluar, tidak lagi tertutup kulit penis bagian ujung. 
 
Lebih lanjut Dwi mengatakan aktivitas sunat juga bagian dari syariah. "Dengan disunat, anak-anak akan sehat secara syariah, lancar beribadah, dan kuat akidahnya," katanya. Dengan disunat, maka anak-anak itu bisa terhindar dari najis. Pasalnya tidak ada lagi sisa-sisa air kencing yang menempel di dalam kulit penis. Sehingga bisa dijamin kesuciannya untuk melaksanakan ibadah wajib, khususnya salat.
 
Menurut Dwi teknologi sunat saat ini semakin berkembang. "Hari ini disunat, hari ini juga bisa beraktivitas," tuturnya. Kalaupun ada sakit sedikit, biasanya sesaat saja. Setelah itu sakit yang muncul hilang dan anak-anak bisa kembali beraktivitas atau bersekolah. Jadi dia menegaskan anak-anak tidak usah takut disunat. Karena sakitnya sedikit, tapi manfaatnya banyak. 
 
Acara sunatan massal itu juga dihadiri oleh Rektor UT Ojat Darojat. Dia mendoakan supaya anak-anak yang mengikuti sunatan bisa tumbuh menjadi generasi yang kuat, sehat, dan pintar. Dia juga memahami bahwa dengan disunat, anak-anak tidak hanya menjalankan tuntunan agama. Tetapi juga menjaga kesehatan.
 
"Saya dulu sunat saat kelas IV SD. Waktu itu pakai parang," katanya lantas tertawa.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore