Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juni 2024 | 16.51 WIB

Gangguan Kepribadian Narsistik Bisa Picu Depresi, Merasa Ada Kekosongan dan Tidak Mendapat Pujian

Ilustrasi. Kelelahan bekerja dapat mengakibatkan stres atau depresi. (Freepik) - Image

Ilustrasi. Kelelahan bekerja dapat mengakibatkan stres atau depresi. (Freepik)

JawaPos.com - Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan kondisi rumit yang ditandai dengan kurangnya empati, kebutuhan ingin dikagumi, dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Gangguan kepribadian narsistik berawal dari pengabaian kondisi emosional masa kanak-kanak. Gejala yang dimunculkan dapat berupa kesombongan, dan manipulasi diri untuk terlihat lebih baik dibandingkan orang lain.

Seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik ini cenderung terus mencari dan menuntut pujian untuk dirinya. Tetapi mereka sering kali tidak mendapatkan pujian, yang dapat memicu gejala depresi.

Kepribadian narsistik dapat memancarkan kepercayaan diri yang tinggi, dan hanya fokus mendapatkan komentar positif tentang dirinya dari orang lain.

Spekulasi penyebab depresi

Kepribadian narsistik memiliki harga diri tinggi, dan akan merasa khawatir jika kurang mendapat perhatian atau validasi dari orang lain. Mereka akan bingung ketika orang lain tidak melihat dirinya sesuai dengan persepsinya sebagai korban.

Mereka juga tidak pandai dalam mengatasi rasa malu dan kurangnya perhatian dari orang lain. Sehingga menjadi stres karena masalah interpersonal yang berkaitan dengan perilaku mereka.

Fenomena merasa haus ingin dicintai dan dikagumi yang dapat menyebabkan perasaan hampa, kesepian, dan terisolasi memicu gejala depresi. Dilansir dari Psych Central, terdapat tanda-tanda depresi pada orang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik.

1. Kekosongan

Gejala ini terjadi ketika individu dengan gangguan kepribadian narsistik tidak menerima pujian dari orang lain, sehingga mereka merasakan hampa yang dapat menyebabkan depresi.

2. Keputusasaan

Akibat terus-menerus merasa kekosongan, mereka akhirnya menyerah dan merasa putus asa. Karena tidak kunjung mendapatkan pujian dari orang lain dan merasa dirinya kurang baik.

3. Suasana hati buruk

Ketika orang lain mengabaikannya, timbul suasana hati yang buruk membuatnya tidak percaya diri. Setelah itu, kondisi emosional mereka terus memburuk dan menyebabkan depresi.

4. Kegelisahan

Perasaan gelisah terjadi ketika tidak ada satu pun yang mengaguminya, dan mulai khawatir menerima penilaian buruk dari orang lain mengenai dirinya. Mereka jadi cemas dan tidak lagi bersemangat atau percaya diri melakukan kegiatan sehari-hari.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore