
Waspada infeksi H5N2 menyebarluas pada masyarakat global. .Freepik
JawaPos.com - Pada Kamis (6/6) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan kasus kematian pertama akibat infeksi flu burung H5N2 pada manusia.
Dilansir dari laman who.int, WHO juga memberikan imbauan penting untuk mencegah infeksi ini menyebarluas pada masyarakat global, termasuk Indonesia.
WHO mengungkapkan bahwa kasus infeksi yang dikonfirmasi atau dicurigai pada manusia disebabkan oleh virus influenza A baru yang berpotensi menjadi pandemi (termasuk virus flu burung).
Maka dari itu, penyelidikan epidemiologi menyeluruh (sambil menunggu hasil konfirmasi laboratorium) terhadap riwayat paparan hewan atau perjalanan harus dilakukan bersamaan dengan pelacakan kontak).
Nah, investigasi epidemiologi ini harus mencakup identifikasi awal kejadian tidak biasa yang dapat menandakan penularan virus baru dari orang satu ke orang lainnya.
Jadi, sampel klinis yang dikumpulkan dari dugaan kasus pada manusia harus diuji dan dikirim ke Pusat Kolaborasi WHO untuk karakterisasi lebih lanjut.
Berikut ini beberapa poin penting WHO untuk masyarakat di daerah wabah influenza hewan maupun wisatawan.
1. Hindari Peternakan atau Kontak dengan Hewan di Pasar
Bagi wisatawan yang berkunjung ke negara-negara yang diketahui mempunyai wabah influenza hewan harus menghindari peternakan.
Kemudian, hindari juga kontak dengan hewan di pasar, memasuki area penyembelihan, dan kontak dengan permukaan apapun yang mungkin telah terkontaminasi dengan kotoran hewan.
2. Jangan Lupa untuk Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air
Demi mencegah infeksi H5N2, masyarakat maupun wisatawan harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Selain itu, ikutilah keamanan dan praktik kebersihan makanan yang baik.
Namun, jika ada orang yang terinfeksi dari daerah yang terkena dampak melakukan perjalanan Internasional, infeksi mereka mungkin terdeteksi di negara lain selama perjalanan atau setelah kedatangan.
Bila hal ini terjadi, penyebaran lebih lanjut di tingkat komunitas diperkirakan tidak mungkin terjadi. Pasalnya, virus ini belum mempunyai kemampuan untuk menular dengan mudah antar manusia.
3. Jika Ada Kasus H5N2 yang Menginfeksi Manusia, Segeralah Lapor WHO
