
SUPPORT SYSTEM: Dari kiri, DY Suharya, Yaya Suharya, dan Lelly Milaati bercengkrama di rumah Yaya pada Jumat (24/5).
DY Suharya terpukul saat mendengar vonis dokter bahwa sang ibu menderita demensia. Bertekad menjadi caregiver terbaik untuk orang tuanya, dia memprakarsai lahirnya Alzheimer Indonesia (Alzi).
Kini, Alzi hadir di 20 kota Indonesia dan 8 lokasi di mancanegara.
Tien Suhertini Suharya didiagnosis demensia vaskular pada 2009. Kabar itu membuat DY Suharya yang sedang berada di Australia shock. Penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jaringan otak tersebut membuat Tien mengalami gangguan memori dan perilaku.
Kabar tentang penyakit ibundanya membuat DY harus cepat mengambil keputusan. Saat itu, dia harus memilih antara tetap berkuliah sambil berkarier di Negeri Kanguru atau pulang ke tanah air untuk merawat orang tua yang melahirkannya. ’’Waktu itu yang menguatkan saya adalah merawat orang tua tidak bisa diganti lain waktu, tapi kuliah bisa,” ungkapnya kepada Jawa Pos.
Sampai rumah, dia diajak sang ayah, Yaya Suharya, untuk rapat keluarga bersama kakak-kakaknya. Mereka memetakan hal-hal yang harus dilakukan sebagai caregiver pasien demensia. Mereka juga mengonsultasikan tindakan mereka dengan pihak-pihak yang profesional.
’’Karena sakit itu bisa mengumpulkan semua keluarga,” tutur Yaya saat ditemui di kediamannya pada Jumat (24/5). Selama Tien menjalani perawatan di rumah sakit, Yaya dan anak-anaknya bergantian menunggui. Ada jadwalnya. Selain jadwal menemani Tien, Yaya dan anak-anaknya juga menuliskan tugas harian mereka masing-masing.
Lelly Milawati, misalnya. Anak kedua Yaya itu bertugas mendampingi sang ibu makan karena dialah yang paling sabar. Namun, karena sudah berkeluarga, Lelly pun mau tak mau harus menyelipkan agenda khusus pada jam makan untuk ke rumah orang tuanya.
Sementara, Yaya bertugas memandikan istrinya. ’’Karena penyakit pikunnya (alzheimer), dia tidak mengenali saya dan marah saat dibuka bajunya,” imbuh kakek 94 tahun itu.
Penyesuaian demi penyesuaian terus dilakukan oleh Yaya dan keluarganya sampai menemukan formula yang pas. Menjadi caregiver butuh napas yang panjang. Karena itu, selain tekad yang harus sekuat baja, mereka juga harus punya sabar yang luas. ’’Kalau capek dan ingin me time, kami bilang. Nanti ada yang gantikan tugasnya. Kuncinya harus saling mengerti saja satu sama lain,” tutur Lelly.
Ada banyak kejadian yang mewarnai hari-hari sibuk Yaya dan anak-anaknya. Karena mendampingi pasien demensia butuh ketelatenan, Yaya dan keluarganya memastikan tidak ada langkah yang terlewat. Maka, mereka punya diari yang berisi diagnosis dokter, obat yang diberikan, terapi lainnya, hingga perilaku Tien.
Diari itu menjadi sarana untuk berkomunikasi para caregiver dalam keluarga. Khususnya saat tiba waktunya untuk bertemu dokter. Kondisi Tien sebelum dan sesudah periksa dituliskan secara terperinci dalam diari tersebut. Selanjutnya, Yaya dan anak-anaknya akan membaca update kondisi Tien di buku tersebut. Itu karena mereka masing-masing sudah berkarier dan berkeluarga.
Jumat lalu, Yaya sempat menunjukkan buku yang masih tersimpan rapi tersebut kepada Jawa Pos. Kendati Tien sudah meninggal dunia pada 2019 lalu, Yaya dan anak-anaknya masih menyimpan rapi semua detail kenangan tentang Tien. (lyn/c17/hep)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
