ilustrasi sumber makanan vitamin K. /Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Tubuh sehat membutuhkan banyak nutrisi termasuk vitamin, mineral, dan antioksidan.
Salah satu mikronutrien yang berperan penting dalam meningkatkan kesehatan tulang dengan membantu proses mineralisasi tulang tubuh yakni vitamin K.
Vitamin K larut dalam lemak yang hadir dalam dua bentuk yakni K1 (phylloquinone), ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, serta K2 (menaquinones), dibuat oleh bakteri usus dan ditemukan dalam makanan fermentasi dan produk hewani.
Adapun sumber makanan vitamin K meliputi kangkung, bayam, selada, brokoli, kembang kol, kedelai, blueberry, telur, kiwi, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, kuning telur, dan ayam.
Dikutip dari Healthshots, Selasa (30/4), terdapat 7 alasan penting mengapa tubuh Anda sangat membutuhkan asupan vitamin K, di mana khasiatnya akan bermanfaat dalam jangka panjang:
Menurut penelitian Oregon State University, vitamin K membantu mengaktifkan osteokalsin, protein yang diproduksi oleh osteoblas (sel pembentuk tulang).
Osteokalsin mengikat kalsium, elemen penting yang dibutuhkan untuk mineralisasi tulang. Dengan mendorong proses ini, vitamin K tidak hanya memperkuat struktur tulang, tetapi juga membantu pengembangan jaringan tulang baru, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengurangi risiko patah tulang.
Osteoporosis ditandai dengan penurunan massa dan kepadatan tulang, sehingga meningkatkan risiko patah tulang atau patah tulang.
“Vitamin K berkontribusi mengurangi risiko ini dengan meningkatkan jumlah osteokalsin dan mengatur kadar kalsium dalam tulang, meningkatkan kepadatan tulang dan kualitas tulang secara keseluruhan,” kata ahli gizi Divya Gopal.
vitamin K berperan penting dalam meningkatkan kesehatan jantung melalui regulasi homeostasis kalsium, mengaktifkan protein yang disebut Matrix GLA Protein (MGP) yang menghambat pengendapan kalsium di dinding pembuluh darah, sehingga mencegah pengerasan arteri (arteriosklerosis).
Dengan menjaga arteri tetap fleksibel, vitamin K mendukung aliran darah dan mengurangi ketegangan pada jantung, yang akhirnya mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Penelitian terbaru yang dikumpulkan oleh Frontiers in Neurology menunjukkan keterlibatan kekurangan vitamin K dalam timbulnya gangguan kognitif.
“Vitamin K memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan, faktor-faktor terkait penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya,” jelas Gopal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
