Ilustrasi kopi. (Pin.it)
JawaPos.com- Selama beberapa tahun belakangan, produk kopi instan jenis white coffee semakin naik daun. Jenis kopi ini sering disebut-sebut aman bagi lambung.
White coffee jenis minuman, sebenarnya kopi yang dibuat dari biji kopi yang disangrai dengan tingkat pemanggangan (roasting) yang rendah dan menggunakan suhu yang lebih rendah dari standar biasanya yang menyebabkan biji kopi tersebut memiliki warna yang tidak terlalu gelap.
Nama white coffee diambil dari warna kopinya yang pucat dan tidak pekat seperti kopi hitam. Namun tak seperti dugaan, white coffee dihasilkan dari biji kopi biasa yang warnanya bukan putih.
Hanya saja, proses pengolahan dari biji menjadi kopi berbeda. Di Malaysia, kopi ini dibuat dari biji kopi yang digiling bersama dengan minyak kelapa sawit, margarin atau minyak zaitun. Setelah itu, kopi disajikan dengan air panas dan susu kental manis.
Banyak orang percaya bahwa minum kopi jenis ini aman buat orang yang memiliki penyakit pada sistem pencernaan atau memiliki organ lambung yang sensitif terhadap kopi.
White coffee disebut-sebut aman untuk lambung karena mempunyai kandungan kafein lebih sedikit dibandingkan kopi jenis lain. Kafein yaitu zat stimulan yang bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti mual, diare, dan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).
Saat proses penggilingan, biji kopi akan diolah sedemikian rupa dengan suhu rendah. Karenanya, kandungan kafein dalam kopi yang sudah digiling akan tersisa sedikit.
Rasanya pun jadi tidak begitu asam dan jauh lebih lembut daripada jenis kopi lain. Meskipun demikian, tetap harus berhati-hati karena tubuh setiap orang berbeda-beda. Mungkin peka terhadap kafein atau bahkan punya intoleransi kafein sehingga dosis kecil saja sudah bisa menimbulkan reaksi tubuh tertentu.
Selain masalah pencernaan, beberapa efek samping kafein yaitu gelisah, insomnia, jantung berdegup lebih kencang, sakit kepala, dan telinga berdenging. Kandungan kafein yang rendah bukan jaminan kopi jadi lebih sehat.
Perlu diingat, jenis kopi ini diolah dengan campuran minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Karena campuran tersebut, setiap cangkirnya mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang lebih banyak dari kopi biasanya. Setiap cangkir mengandung kira-kira 5 gram lemak jenuh dan 7 gram lemak tak jenuh.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
