Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 April 2024 | 01.37 WIB

Fakta Menarik White Coffee untuk Diketahui, Benarkah Lebih Sehat?

Ilustrasi kopi. (Pin.it)

JawaPos.com-  Selama beberapa tahun belakangan, produk kopi instan jenis white coffee semakin naik daun. Jenis kopi ini sering disebut-sebut aman bagi lambung. 

White coffee jenis minuman, sebenarnya kopi yang dibuat dari biji kopi yang disangrai dengan tingkat pemanggangan (roasting) yang rendah dan menggunakan suhu yang lebih rendah dari standar biasanya yang menyebabkan biji kopi tersebut memiliki warna yang tidak terlalu gelap. 

Nama white coffee diambil dari warna kopinya yang pucat dan tidak pekat seperti kopi hitam. Namun tak seperti dugaan, white coffee dihasilkan dari biji kopi biasa yang warnanya bukan putih.

Hanya saja, proses pengolahan dari biji menjadi kopi berbeda. Di Malaysia, kopi ini dibuat dari biji kopi yang digiling bersama dengan minyak kelapa sawit, margarin atau minyak zaitun. Setelah itu, kopi disajikan dengan air panas dan susu kental manis.

Banyak orang percaya bahwa minum kopi jenis ini aman buat orang yang memiliki penyakit pada sistem pencernaan atau memiliki organ lambung yang sensitif terhadap kopi.

White coffee disebut-sebut aman untuk lambung karena mempunyai kandungan kafein lebih sedikit dibandingkan kopi jenis lain. Kafein yaitu zat stimulan yang bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti mual, diare, dan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

Saat proses penggilingan, biji kopi akan diolah sedemikian rupa dengan suhu rendah. Karenanya, kandungan kafein dalam kopi yang sudah digiling akan tersisa sedikit.

Rasanya pun jadi tidak begitu asam dan jauh lebih lembut daripada jenis kopi lain. Meskipun demikian, tetap harus berhati-hati karena tubuh setiap orang berbeda-beda. Mungkin peka terhadap kafein atau bahkan punya intoleransi kafein sehingga dosis kecil saja sudah bisa menimbulkan reaksi tubuh tertentu.

Selain masalah pencernaan, beberapa efek samping kafein yaitu gelisah, insomnia, jantung berdegup lebih kencang, sakit kepala, dan telinga berdenging. Kandungan kafein yang rendah bukan jaminan kopi jadi lebih sehat.

Perlu diingat, jenis kopi ini diolah dengan campuran minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Karena campuran tersebut, setiap cangkirnya mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang lebih banyak dari kopi biasanya. Setiap cangkir mengandung kira-kira 5 gram lemak jenuh dan 7 gram lemak tak jenuh.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore