
Ilustrasi kanker serviks
JawaPos.com - Kanker mulut rahim atau serviks yang disebabkan oleh virus Human Papillomavirus (HPV) bisa dicegah dengan menyuntikan vaksin HPV. Suntik vakisn HPV bisa dilakukan oleh semua perempuan. Tapi lebih baik diberikan sebelum kontak seksual.
Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Junita Indarti mengungkapkan, vaksin HPV bisa diberikan sebelum kontak seksual pada usia dini di bawah 14 tahun. Yakni antara 10 sampai 14 tahun.
Saat ini pun pemerintah telah mendorong pemberian vaksin HPV bagi semua perempuan dan diutamakan pada usia di bawah 14 tahun. Pemberian vaksin di bawah umur 14 tahun dianggap bisa memberikan reaksi maksimal.
Pada usia di bawah 14 tahun, vaksin diberikan dua kali dalam setahun. Jika di atas 14 tahun, vaksin diberikan 3 kali dalam 6 bulan.
Lantas, bagaimana jika suntik HPV ketika sudah menikah?
Diungkapkan dr. Junita, vaksin HPV masih bisa diberikan pada perempuan yang sudah menikah. Reaksinya akan masih efektif jika dilakukan di bawah usia 40 tahun.
"Kalau sudah terlanjur menikah sudah umur 30 tahun atau di bawah 40 tahun masih efektif untuk dilakukan vaksin HPV, ini hasilnya pasti efektif dan baik menurut WHO," ucap Junita.
Virus HPV, kata Junita, dapat berkembang dalam jangka waktu tiga hingga 20 tahun. Lebih dari 90 persen tidak bergejala, sehingga jika tidak dideteksi sejak dini akan sangat disayangkan karena kanker serviks tidak bisa disembuhkan lagi.
Kanker serviks yang disebabkan karena 99,7 persen virus human papiloma atau HPV bisa dicegah melalui deteksi dini dengan skrining pap smear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Maka itu, dr. Junita mengingatkan untuk perempuan yang sudah menikah untuk selalu rutin pemeriksaan pap smear atau IVA satu tahun atau tiga tahun sekali. Pap smear bisa dilakukan sejak tiga tahun pertama pernikahan sampai usia wanita 65 tahun, jika hasil pap smear negatif selama tiga tahun berturut-turut.
Harapan Hidup Kanker Serviks
Ia pun menjelaskan virus HPV bisa ditularkan dari hubungan seksual yang bergantian. Jika terasa sakit atau keluar darah saat berhubungan, bisa dikatakan virus HPV sudah menjadi kanker dan tidak bisa disembuhkan, dengan harapan hidup hanya lima tahun.
"Karena kanker itu tidak bisa sembuh, kita hanya bisa bilang bahwa angka ketahanan hidup 5 tahun, jadi kalau stadium 1 serviks untuk bisa ngelewatin 5 tahun itu sekitar 90 persen makin tinggi stadiumnya itu cuma 30 persen yang bisa melewati 5 tahun, yang lainnya meninggal jadi artinya telat," kata Junita.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
