Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2024 | 00.13 WIB

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Mual Saat Puasa Ramadhan

Pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang dipilih karena makanan ini mudah dicerna dan bisa diterima oleh mayoritas orang.

2. Pastikan Tubuh Terhidrasi dengan Baik

Sebelum dan selama puasa, ada baiknya pastikan tubuh sudah terhidrasi dengan baik. Perbanyak minum air putih dan kaldu bening saat sahur untuk menghindari dehidrasi.

Meski begitu, disarankan untuk jangan terlalu banyak memberi cairan dalam satu waktu agar perut tidak mengalami peregangan. Jumlah cairan yang bisa ditolerir oleh perut adalah 30-60 mililiter tiap 10-15 menit.

Bagi bayi dan anak-anak, maka jumlahnya sepertiga dari 30 mililiter. Gunakan pola 2-4-2 untuk mencegah dan menghilangkan rasa mual saat puasa, yaitu dua gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Di sisi lain, peregangan perut akibat kebanyakan cairan justru berpotensi menyebabkan mual memburuk.

3. Berlatih Teknik Pernapasan

Teknik pernapasan yang baik bisa mencegah perut mual. Faktanya, pernapasan dalam yang terkendali dapat menghilangkan rasa mual. Jika kerap mengalami mual dan sudah merasa menjaga asupan makanan, latihan pernapasan mungkin bisa dicoba. Berikut caranya:

- Tidur telentang, letakkan bantal di bawah dengkul dan leher agar nyaman.

- Letakkan kedua tangan di atas perut tepat di bawah tulang rusuk dengan jari saling terkunci. Dengan demikian, akan dapat merasakan jari-jemari saling memisah ketika mengambil napas. Dengan cara ini akan tahu bahwa praktik pernapasan telah benar.

- Ambil napas yang dalam dan pelan dengan perut, bernapaslah sebagaimana bayi bernapas. Gunakan diafragma dan bukan tulang rusuk. Diafragma akan menciptakan sedotan udara yang lebih kuat dibanding tulang rusuk.

Penyebab mual saat puasa bisa disebabkan oleh sejumlah faktor yang dimaksud di antaranya adalah naiknya asam lambung, perubahan kadar hormon, kadar gula darah rendah, hingga kondisi medis tertentu. Dikutip dari klikdokter.com memaparkan sebagai berikut:

1. Asam Lambung Naik

Disampaikan dr. Adeline Jaclyn, mual saat puasa bisa terjadi akibat adanya peningkatan asam lambung. Ahli gastroenterologi dari Cleveland Clinic, dr. Christina Lee, juga menyampaikan bahwa peningkatan tersebut disebabkan oleh lambung yang menghasilkan asam klorida (HCL) dalam jumlah besar. 

Asam klorida merupakan enzim yang berperan memecah protein di dalam makanan, serta melawan serangan patogen yang masuk bersama makanan.

“Asam klorida dapat menumpuk di lambung ketika tidak makan dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, mencetuskan heartburn (sensasi terbakar di dada), maupun mual,” jelas dr. Christina.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore