
Fakta yang Harus Anda Ketahui tentang vape./Sumber foto: freepik/master1305
JawaPos.com - Vape merupakan rokok elektrik yang menggunakan alat untuk menghasilkan uap dengan memanaskan cairan atau serbuk yang mengandung nikotin, bahan kimia, dan kadang-kadang flavoring, tanpa membakar tembakau seperti pada rokok tembakau pada umumnya.
Perbedaan penggunaan antara vape dan rokok biasa terutama terletak pada cara uap yang dihasilkan.
Vape tidak membakar tembakau, sehingga tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa. Sebagai gantinya, vape menghasilkan uap yang bisa dihirup oleh pengguna.
Penggunaan vape mirip dengan rokok biasa, di mana pengguna menghisap atau menarik uap yang dihasilkan oleh alat tersebut melalui mulut ke paru-paru.
Ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan sensasi merokok tanpa menghasilkan asap tembakau yang merugikan bagi kesehatan.
Banyak orang menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok tembakau karena tidak menghasilkan asap dan dapat mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam rokok.
Baca Juga: 6 Manfaat Berhenti Merokok dan Vape yang Harus Anda Ketahui, Mulai dari Pernapasan hingga Kesehatan Kulit
Namun, hal tersebut merupakan mitos dalam penggunaan vape. Tentunya, masih banyak mitos-mitos lain seputar vape yang perlu Anda ketahui.
Dilansir dari Parkway East Hospital pada Sabtu (2/3), berikut merupakan 4 mitos seputar vape dan simak faktanya.
1. Mitos 1: Vape Tidak Mengandung Nikotin, Sehingga Kurang Adiktif dari Rokok Biasa
Banyak yang berpikir bahwa vape aman karena tidak mengandung nikotin seperti rokok. Namun, ini bisa saja tidak benar. Faktanya, cairan vape yang disebut e-juice, sering mengandung nikotin. Jadi, sebaiknya jangan mengira bahwa semua vape bebas nikotin.
Sulit juga untuk tahu pasti apa saja bahan kimia yang ada dalam cairan vape yang dibeli secara lokal, karena seringkali dijual tanpa pengawasan.
Meskipun penjual mengklaim bahwa cairan vape yang dibeli tidak mengandung nikotin, tidak ada jaminan bahwa klaim tersebut benar.
Baca Juga: Fans Khawatirkan Kesehatan Haechan NCT Setelah Terlihat Menggunakan Rokok Elektronik, Begini Bahaya Vape
Nikotin adalah zat adiktif yang dapat membuat ketagihan dan sulit untuk berhenti menggunakan vape setelah Anda terbiasa menggunakannya.
Beberapa efek negatif dari nikotin yakni seperti peningkatan tekanan darah, risiko serangan jantung, masalah pernapasan, penurunan kemampuan tubuh melawan kanker, dan pengaruh negatif atas perkembangan otak pada orang muda di bawah usia 25 tahun.
2. Mitos 2: Menggunakan Vape dapat Membantu Berhenti Merokok
Banyak orang percaya bahwa vape bisa membantu mereka berhenti merokok. Tetapi faktanya, menggunakan vape tidak begitu efektif atau tidak aman seperti yang banyak orang pikirkan.
Meskipun banyak merek vape yang mempromosikan produk mereka sebagai cara yang baik untuk berhenti merokok, lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat tidak mengakui klaim ini.
Faktanya, sebuah studi menemukan bahwa sebagian besar orang yang mencoba beralih ke rokok elektronik atau vape sebagai langkah awal untuk berhenti merokok akhirnya tetap menggunakan vape setelah setahun.
Jadi, alih-alih membantu Anda berhenti merokok, vape hanya menggantikan kebiasaan lama Ands dengan kebiasaan baru yang mungkin lebih modern.
Baca Juga: Pajak Vape Berlaku 1 Januari 2024, Pemerintah Jelaskan Dananya untuk Dukung Pelayanan Publik di Daerah
3. Mitos 3: Menggunakan Vape Lebih Baik Daripada Rokok Tembakau
Faktanya, sebagian besar vape mengandung nikotin, yang membuat mereka sama adiktifnya dengan rokok tembakau. Jika Anda berpikir bahwa memilih vape adalah alternatif yang lebih baik daripada rokok tembakau, coba pikirkan kembali.
Studi menemukan bahwa mereka yang menggunakan vape memiliki risiko 4 kali lebih tinggi untuk mulai merokok dengan rokok tembakau daripada mereka yang tidak pernah mencobanya. Anda bisa saja menjadi kecanduan baik rokok elektrik maupun rokok tembakau.
4. Mitos 4: Asap Vape Lebih Baik Daripada Rokok Tembakau
Meskipun rokok elektronik atau vape tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa, faktanya, uap vape mengandung bahan kimia berbahaya seperti nikotin dan senyawa organik volatil. Meskipun wanginya terasa lebih enak, dampak uap rokok elektrik pada orang lain hampir sama dengan asap sampingan rokok tembakau.
Anak-anak terutama rentan terhadap masalah pernapasan akibat aerosol sampingan karena paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan. Nikotin juga bisa menghambat perkembangan otak remaja yang dapat menyebabkan masalah ingatan, kesehatan mental, dan fungsi kognitif.
***

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
