
ilustrasi tes kadar gula darah. (Freepik.com)
JawaPos.com - Kombinasi pengobatan farmasi, suntikan insulin, dan perubahan gaya hidup sering kali disarankan untuk mengendalikan diabetes.
Namun, hasil penelitian terbaru telah mengungkapkan potensi terapi tanpa obat untuk pengobatan diabetes, karena peneliti mencatat penurunan yang signifikan dalam kadar glukosa darah setelah satu sesi terapi cahaya merah selama 15 menit.
Dikutip dari ANTARA, Selasa (27/2), menurut laporan studi dari Medical Daily, terapi menggunakan cahaya merah dengan panjang gelombang rendah telah digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti kerutan, kemerahan, jerawat, dan bekas luka, serta untuk memerangi tanda-tanda penuaan.
Para peneliti sedang menginvestigasi kemungkinan aplikasi terapi cahaya merah dalam pengobatan kondisi medis lain di luar masalah kulit.
Dalam studi yang diterbitkan dalam Jurnal Biophotonics, para peneliti menemukan bahwa paparan cahaya merah dengan panjang gelombang 670 nanometer merangsang produksi energi di mitokondria individu yang sehat, yaitu pembangkit energi sel.
Rangsangan produksi mitokondria ini kemudian dapat mengakibatkan peningkatan konsumsi glukosa.
Studi dilakukan terhadap 30 peserta sehat yang tidak memiliki kondisi metabolik atau tidak menggunakan obat apa pun.
Mereka dibagi secara acak menjadi dua kelompok: satu kelompok menerima terapi cahaya merah 670 nanometer selama 15 menit, sedangkan kelompok lainnya menerima perlakuan plasebo di mana peserta tidak terpapar cahaya sama sekali.
Setiap peserta menjalani tes toleransi glukosa oral dan mencatat kadar glukosa darah mereka setiap 15 menit selama dua jam setelahnya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi cahaya merah menghasilkan penurunan sebesar 27,7 persen dalam kadar glukosa darah setelah mengkonsumsi glukosa dan mengurangi lonjakan glukosa maksimum sebesar 7,5 persen.
Meskipun studi ini melibatkan orang tanpa diabetes, peneliti berharap temuan mereka dapat bermanfaat bagi penderita kondisi tersebut.
"Jelas bahwa cahaya mempengaruhi cara kerja mitokondria dan ini mempengaruhi tubuh kita secara seluler dan fisiologis."
"Studi kami telah menunjukkan bahwa kita dapat menggunakan satu paparan terapi cahaya merah selama 15 menit untuk mengurangi tingkat gula darah setelah makan."
"Meskipun ini hanya dilakukan pada individu sehat dalam makalah ini, ini memiliki potensi untuk mempengaruhi kontrol diabetes ke depan, karena dapat membantu mengurangi lonjakan glukosa yang berpotensi merusak dalam tubuh setelah makan," kata penulis studi, Dr. Michael Powner.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
