Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Januari 2023 | 14.37 WIB

Tips Pola Diet Khusus Lansia untuk Cegah Hipertensi dan Diabetes

Ilustrasi pengukuran tekanan darah. Shutterstock/Adheamir/Antara - Image

Ilustrasi pengukuran tekanan darah. Shutterstock/Adheamir/Antara

JawaPos.com - Faktor usia pada lansia memengaruhi hormon pengatur selera makan. Tak heran jika selera makan pada lansia cenderung memang sudah menurun, sehingga berpotensi menyebabkan lansia mengalami malnutrisi. Di satu sisi, diet atau pola makan pada lansia, harus seimbang untuk mencegah diabetes dan hipertensi.

Dalam sebuah penelitian 'Elderly Project' meneliti pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak. Pola makan itu dapat meningkatkan status gizi pada lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidupnya.

"Hasil penelitian memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa di usia lanjut pun masyarakat sangat bisa tetap meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup sehat, dengan cara menjaga asupan makanan bergizi seimbang dan juga mengurangi asupan gula, garam, dan lemak,” kata Grant Senjaya dari PT Ajinomoto Indonesia, secara virtual baru-baru ini.

Kurangi Makanan Manis Cegah Diabetes

Pemimpin Penelitian dari Departemen Gizi FK-KMK UGM (Universitas Gadjah Mada) Toto Sudargo mengatakan hasil penelitian menunjukkan setelah diberikan program pemberian makan pada lansia, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah. Hal ini ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik yaitu sebesar 52,9 persen turun menjadi 23,5 persen serta peningkatan pada kelompok normal dengan persentase yaitu 14,7 persen naik menjadi 47,1 persen.

"Pendidikan gizi tentang pentingnya menjaga pola makan seperti mengurangi makanan manis mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Signifikansi kenaikan asupan protein terjadi pada kedua kelompok lansia pria dan perempuan,” ungkap Toto melalui virtual.

Diet Bijak Garam Turunkan Hipertensi

Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa menu rendah garam dalam program pemberian makan terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, yaitu SBP (Systolic Blood Pressure) dan DPB (Dyastolic Blood Pressure). Penurunan penggunaan garam yang dapat mengurangi kadar sodium, kemudian digantikan asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) memiliki banyak manfaat yang berpengaruh dalam meningkatkan selera makan lansia. Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik, yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lansia.

"Pemakaian garam dapur yang telah diturunkan tidak membuat nafsu makan para lansia menurun, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa rasa makanan terbukti tetap enak walaupun tidak mengandung takaran garam sebanyak sebelumnya," kata Toto.

"Bagaimana kita membuat masakan tetap mempertahankan kelezatannya, sehingga tidak terjadi penurunan nafsu makan pada lansia,” lanjutnya.

Kesimpulannya, selera makan lansia sebenarnya cenderung rendah karena berbagai faktor fisiologis dan psikologis. Namun sebenarnya dapat diatasi dengan meningkatkan daya terima reseptor rasa melalui pengaturan keseimbangan rasa dasar (manis, asam, pahit, asin, dan umami atau gurih).

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore