
Makanan mengandung lemak trans pemicu kolesterol. (freepik)
JawaPos.com - Lemak trans merupakan jenis lemak tidak sehat yang dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan. Konsumsi berlebihan lemak trans dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan penurunan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
Sebagian besar lemak trans yang tidak sehat berasal dari minyak yang terhidrogenasi, biasanya terdapat pada makanan yang diproduksi secara industri (PHOs).
PHOs ini ditambahkan selama proses memasak atau manufaktur untuk memperpanjang masa simpan produk dan meningkatkan rasa pada makanan.
Makanan yang diproses umumnya mengandung lemak trans, biasanya produk-produk tersebut telah melalui proses pengolahan industri dengan menggunakan minyak yang terhidrogenasi.
Makanan,makanan tersebut meliputi:
● Spread: seperti margarin atau mentega kacang.
● Makanan ringan: seperti keripik, biskuit, kue, dan lain-lain
● Krimer non-dairy
● Frosting kue yang sudah dipersiapkan sebelumnya
● Lemak nabati: digunakan dalam pembuatan kue, roti, atau makanan lainnya.
● Produk yang sudah dipersiapkan sebelumnya secara komersial: seperti kulit pai, adonan pizza, atau adonan kue.
● Kue, donat, dan pai: beberapa jenis kue olahan juga dapat mengandung lemak trans, terutama jika menggunakan bahan-bahan seperti margarin atau shortening.
Baca Juga: Kemenag Matangkan Program Ramah Lansia dan Mitigasi Risiko Haji 2024
2. Makanan yang Digoreng dan Makanan Cepat Saji
Lemak trans dapat terbentuk selama proses penggorengan. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan yang digoreng dalam minyak.
Makanan yang digoreng dalam minyak, seperti kentang goreng, onion rings, ayam atau makanan lainnya yang dilapisi tepung roti, merupakan sumber lemak trans.
3. Lemak Trans yang Terjadi Secara Alami
Lemak trans yang terjadi secara alami umumnya berasal dari produk-produk hewani, seperti daging sapi, daging domba, mentega, susu, keju, dan yogurt.
Beberapa studi telah menemukan bahwa lemak trans yang terjadi secara alami mungkin lebih baik untuk kadar HDL, tetapi lebih buruk untuk kadar LDL.
Namun, American Heart Association mengatakan, "Belum ada studi yang cukup untuk menentukan apakah lemak trans yang terjadi secara alami memiliki efek buruk yang sama pada kadar kolesterol seperti lemak trans yang diproduksi secara industri.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
