Ilustrasi pentingnya memanfaatkan ikut program asuransi kesehatan saat usia muda
JawaPos.com - Risiko kesehatan dapat terjadi kepada siapa pun tanpa memandang usia maupun latar belakang. Meskipun selama ini masyarakat terbiasa menganggap bahwa risiko kesehatan muncul akibat faktor dari tubuh masing-masing, seperti usia, jenis kelamin, dan faktor genetik.
Padahal di luar itu, risiko kesehatan juga bisa muncul akibat faktor eksternal seperti pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup. Bahkan, risiko kesehatan pun dapat kian memburuk karena pengaruh faktor lingkungan seperti polusi udara serta keberadaan bakteri dan virus yang berbahaya.
Mengingat biaya kesehatan yang semakin tinggi, dr. Adam Prabata menganjurkan masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi kesehatan atau asuransi jiwa untuk meminimalisir beban finansial yang muncul akibat tingginya biaya pengobatan apabila jatuh sakit atau mengalami kecelakaan.
“Saat ini banyak faktor yang dapat memengaruhi kita dengan mudahnya terkena penyakit. Misalnya paparan jangka panjang dampak polusi udara diketahui memengaruhi peningkatan risiko diabetes mellitus hingga 40 persen, dan juga berasosiasi dengan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 5-10 persen," ujarnya.
"Untuk itu, penting untuk kita mempersiapkan asuransi sebagai strategi menurunkan risiko finansial dan menjaga kondisi finansial keluarga tetap stabil di kemudian hari bila terkena penyakit. Namun, perlu diingat bahwa asuransi memiliki ketentuan tertentu akan riwayat kesehatan nasabah sebelum polis diterbitkan atau yang dikenal sebagai ‘pre-existing conditions’,” beber dr. Adam.
Dalam dunia asuransi, lanjutnya, pre-existing conditions adalah istilah untuk menjelaskan kondisi di mana segala jenis penyakit, cedera, maupun tanda-tanda gangguan kesehatan diketahui atau tidak diketahui oleh calon nasabah (baik sudah atau belum didiagnosa secara medis) sebelum polis disepakati.
Mudahnya, pre-existing condition adalah kondisi di mana orang sudah terdiagnosis atau memiliki riwayat penyakit tertentu pada saat mendaftar ke asuransi. Jadi, bila kamu jujur tentang kondisi kesehatan kamu sejak awal mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi, maka proses klaim ke depannya akan lebih lancar dan mudah.
Oleh karenanya, pre-existing conditions patut diperhatikan sebagai faktor penentu kelancaran proses klaim manfaat asuransi. Sebab, melihat data pengajuan OJK yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pelaku Usaha dan Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, pre-existing conditions menjadi salah satu pemicu utama nasabah kesulitan meraih klaim manfaat asuransi ketika nasabah tidak mengungkapkan secara jujur fakta material terkait kesehatan dan riwayat penyakit.
dr. Adam juga menambahkan, segala jenis penyakit yang termasuk ke dalam pre-existing conditions dapat dikelompok secara garis ke dalam dua kelompok besar, yaitu penyakit akut dan penyakit kronis.
Penyakit akut adalah kondisi gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak, mulai dari demam tifoid, demam berdarah dengue, hingga patah tulang.
Adapun penyakit kronis adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi ketahanan tubuh seseorang dalam jangka waktu panjang, dan bahkan berisiko memburuk, misalnya kencing manis, tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, dan kelainan persendian atau tulang belakang akibat kondisi degeneratif (penuaan).
Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 , prevalensi stroke merupakan yang tertinggi mencapai 10 persen dari total penduduk, lalu diikuti oleh diabetes mellitus sebesar 2 persen dan penyakit jantung 1,5 persen.
“Kedua jenis penyakit tersebut, yang merupakan bagian dari penyakit tidak menular (PTM), menjadi tantangan kesehatan yang kian memprihatinkan di Indonesia. Bahkan, menurut Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, PTM menjadi penyebab utama beban finansial medis di masyarakat, dengan biaya pengeluaran sebesar 23,9 persen hingga 25 persen untuk penyakit katastropik."
"Fakta tersebut, bersama dengan tantangan kesehatan yang semakin kompleks di masa depan, menjadikan kita perlu untuk membentuk payung perlindungan medis dan finansial sejak dini, di mana asuransi adalah salah satu solusinya,” jelas dr. Adam.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
