Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Oktober 2022 | 18.46 WIB

Lemot jadi Tanda Pikun Masa Muda, Terapkan Pola 4-4-2 ala Sepak Bola

Ilustrasi seseorang yang mengalami alzheimer, yang merupakan bagian dari demensia. (Amis-childrenhome) - Image

Ilustrasi seseorang yang mengalami alzheimer, yang merupakan bagian dari demensia. (Amis-childrenhome)

JawaPos.com - Pikun ternyata tak cuma dialami orang yang sudah lanjut usia. Sering linglung dan lemot (lemah otak, Red) ternyata bisa menjadi tanda awal mengalami demensia di usia muda.

Lalu, bagaimana mencegahnya?

Dalam seminar bersama RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia) dan Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Chapter Depok. Dokter Spesialis Saraf di RSUI dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.S(K), Ph.D mengenalkan formula 4-4-2 layaknya formasi sepak bola kepada peserta, yaitu suatu istilah untuk persyaratan otak tetap sehat.

Formula 4-4-2 terdiri dari Kiper (Modal awal yaitu berupa otak); Bek (Bebas dari 4 Pengganggu, yakni 4 hal yang dapat mengganggu kesehatan otak di antaranya: zat neurotoksik dan adiktif, penyakit karidovaskular dan neurotoksik, pengalaman yang merusak otak, serta penyakit otak); Gelandang (4 Bahan Baku Optimal yaitu 4 hal yang dapat menjaga kesehatan otak di antaranya: Nutrisi, Istirahat yang cukup, Olahraga dan aktivitas seni, serta koleksi memori yang bernilai); serta Penyerang (2 Karakter Mulia yaitu berupa kecerdasan dan kreativitas).

 

Penyebab pikun di Usia Muda

 

Menurutnya, pikun juga bisa menyerang orang yang masih berusia muda. Biasanya terjadi akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, atau akibat HIV.

Cara mendeteksinya dengan konsep LALILULELO. Tujuannya untuk mempermudah peserta dalam mengenal gejala dini pikun atau demensia, yang memiliki arti Labil, Linglung, Lupa, Lemot, dan Logika menurun.

Ia memberikan beberapa strategi untuk menanggulangi pikun. Salah satunya dengab menerapkan formula 4-4-2 itu tadi dan tetap melakukan deteksi dini demensia.

"Tetap menjaga otak dengan formula 4-4-2 itu tadi, jangan termakan isu hoax, dan sebaiknya langsung mengonsultasikannya kepada dokter yang ahli," ujarnya.

"Intinya masyarakat tidak menyepelekan lupa serta aktif melakukan deteksi dini keluhan lupa, lupa dapat ditangani ahli, semakin dini semakin baik," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore