Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Oktober 2022 | 18.36 WIB

Hindari Pikun Saat Lansia, Ini Tips Mencegah Demensia

Ilustrasi penderita penyakit Demensia - Image

Ilustrasi penderita penyakit Demensia

JawaPos.com - Seorang lansia bisa tetap mandiri dan berdaya di usia senja. Bagi mereka yang sudah mengalami gejala demensia atau dikenal dengan pikun di masyarakat awam, harus ditangani dengan tips khusus.

Demensia Alzheimer atau biasa disebut pikun adalah gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat, dan pengambil keputusan. Kepikunan seringkali dianggap biasa pada lanjut usia sehingga Alzheimer sering tidak terdeteksi.

Gejala demensia dapat dialami sejak usia muda (early on-set demensia). Deteksi dini membantu Orang Dengan Demensia (ODD) dan keluarganya untuk dapat menghadapi pengaruh psikososial dan penyakit ini dengan lebih baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati mengatakan diperkirakan usia 65 tahun ke atas akan bertambah 25 persen menjadi 80 juta di tahun 2050, dengan proporsi 3 orang usia produktif menanggung 1 lansia. Fasilitas kesehatan harus ramah untuk para lansia sehingga mereka dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan.

“Kami lakukan sebagai upaya untuk memenuhi tiga indikator kesejahteraan lansia yaitu memenuhi kebutuhan lansia dan independen secara finansial, mampu mengurus diri sendiri dengan kondisi yang baik dan lingkungan yang nyaman, memiliki aktivitas beragam dan spiritual semakin matang," kata Mary kepada wartawan dalam World Alzheimer’s Month (WAM) 2022 bersama RSUI dan Alzheimer’s Indonesia Chapter Depok baru-baru ini.

 

Penilaian Gejala Demensia

 

Deteksi dini demensia penting dilakukan sedini mungkin supaya mendapat penanganan yang cepat, berkelanjutan dan persisten, hal ini berguna untuk kualitas hidup pasien. Metode deteksi dini demensia yang digunakan RSUI pada peserta kali ini yaitu dengan metode Motreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MOCA-Ina).

MoCA-Ina merupakan parameter yang digunakan untuk menilai gangguan fungsi kognitif seseorang. Gejala diukur berdasarkan penilaian ini meliputi fungsi atensi, penamaan suatu objek, penilaian memori, kemampuan bahasa, abstraksi, delayed recall, orientasi (mengenal tanggal, bulan waktu, tempat), dan visuospatial (kemampuan untuk menempatkan sebuah benda, objek atau gambar dalam sebuah tempat atau ruangan).

Ketidakmampuan tersebut akan menjadi penilaian yang memungkinkan adanya tanda awal dan ciri seseorang mengalami demensia Alzheimer. Jika penilaiannya menunjukkan hasil yang tidak baik, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan serta dibutuhkan peran keluarga.

 

Tips Cegah Demensia

 

Direktur Utama RSUI, Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K) menyebutkan bahwa di Indonesia sendiri, diperkirakan demensia akan meningkat menjadi 2 juta orang di tahun 2030 dan 4 juta orang pada tahun 2050. Pencegahan tetap bisa dilakukan dengan menerapkan tips mengurangi risiko pikun. Apa saja?

Yaitu dengan berolahraga, bergerak, berjalan, bersosialisasi, konsumsi makanan bernutrisi, dan melakukan aktivitas simulasi otak misalnya dengan menulis dan membaca. Lansia perlu mendapatkan upaya perlindungan dan kesehatan untuk membantu memperlambat perkembangan penyakitnya, mengelola gejalanya dan kualitas hidup penderita lebih meningkat.

Keluarga juga diminta untuk mendukung Orang Dengan Demensia (ODD) dan keluarga dalam perjalanan. Keluarga peran dalam upaya meningkatkan kualitas hidup ODD dan caregiver di Indonesia bersama Pemerintah, tenaga kesehatan, pemangku kebijakan, masyarakat umum lintas generasi.

"Masa tua sejatinya dinikmati oleh setiap orang dengan sehat bahagia, sejahtera, dan berkualitas. Dengan itu, semakin banyak ilmu yang kita pahami, maka akan semakin cepat dan tepat langkah yang bisa dilakukan. Jangan maklum dengan pikun," tutup dr. Astuti.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore