Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 September 2022 | 00.28 WIB

Kimia Farma dan Pertamina Sinergikan Layanan Kesehatan

KOLABORASI: Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk David Utama (tiga dari kanan) dan Plt Direktur Utama IHC Drg Mira Dyah Wahyuni MARS (dua dari kiri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk sinergi layanan klinik kesehatan di Kantor Pusat PT Kimia Fa - Image

KOLABORASI: Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk David Utama (tiga dari kanan) dan Plt Direktur Utama IHC Drg Mira Dyah Wahyuni MARS (dua dari kiri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk sinergi layanan klinik kesehatan di Kantor Pusat PT Kimia Fa

JawaPos.com – PT Kimia Farma Tbk bersinergi dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) berupaya mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. Hal itu dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk sinergi layanan klinik kesehatan yang dimiliki kedua perusahaan.

Penandatanganan dilakukan pada Rabu (21/9), di Kantor Pusat PT Kimia Farma Tbk, Jalan Veteran No 9, Jakarta Pusat dihadiri oleh Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, David Utama beserta jajaran, Plt Direktur Utama IHC, Drg Mira Dyah Wahyuni MARS, Direksi PT Kimia Farma Diagnostika, serta tamu undangan lainnya.

Kimia Farma saat ini memiliki 410 klinik kesehatan dan IHC memiliki 75 rumah sakit serta 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia sehingga sinergi ini diharapkan mempermudah akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

“Dengan kerjasama ini, kita kurang lebih memiliki 500 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi akses kebutuhan layanan primer sehingga tujuannya nanti ketahanan kesehatan nasional,” sebutnya.

Melalui sinergi ini, peran BUMN sebagai agen pembangunan dapat terwujud.”Dengan begitu masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan komprehensif,” kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk David Utama.

Kolaborasi klinik pratama Kimia Farma dan IHC pun akan memperluas layanan open provider Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan membuka akses rujukan prioritas dari Klinik Kimia Farma ke Rumah Sakit jaringan IHC.

Adanya klinik utama KFD dan IHC sebagai fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) yang bekerjasama dengan BPJS akan menjadi feeder klinik utama. Sedangkan, kerja sama antara rumah sakit IHC dan laboratorium KFD dalam program rujuk merujuk pemeriksaan laboratorium.

Layanan lain dari sinergi kluster BUMN sektor Kesehatan ini adalah IHC Telemed, dimana tenaga medis pada klinik KF yang tidak memiliki spesialis/sub-spesialis dapat melakukan telekonsul dengan spesialis/sub-spesialis di jaringan rumah sakit IHC melalui aplikasi IHC Telemed.

Plt Direktur Utama IHC Drg Mira Dyah Wahyuni MARS menambahkan, upaya sinergi BUMN ini merupakan tindak lanjut pencapaian visi BUMN untuk menciptakan ekosistem kesehatan di Indonesia, dalam klaster BUMN Kesehatan.

“Hal ini sejalan dengan peran IHC sebagai holding rumah sakit dan membangun layanan kesehatan yang berkelanjutan, melalui kerjasama ini IHC dapat semakin menjangkau seluruh masyarakat," jelasnya. (almushowir)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore