
KOLABORASI: Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk David Utama (tiga dari kanan) dan Plt Direktur Utama IHC Drg Mira Dyah Wahyuni MARS (dua dari kiri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk sinergi layanan klinik kesehatan di Kantor Pusat PT Kimia Fa
JawaPos.com – PT Kimia Farma Tbk bersinergi dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) berupaya mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. Hal itu dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk sinergi layanan klinik kesehatan yang dimiliki kedua perusahaan.
Penandatanganan dilakukan pada Rabu (21/9), di Kantor Pusat PT Kimia Farma Tbk, Jalan Veteran No 9, Jakarta Pusat dihadiri oleh Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, David Utama beserta jajaran, Plt Direktur Utama IHC, Drg Mira Dyah Wahyuni MARS, Direksi PT Kimia Farma Diagnostika, serta tamu undangan lainnya.
Kimia Farma saat ini memiliki 410 klinik kesehatan dan IHC memiliki 75 rumah sakit serta 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia sehingga sinergi ini diharapkan mempermudah akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan kerjasama ini, kita kurang lebih memiliki 500 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi akses kebutuhan layanan primer sehingga tujuannya nanti ketahanan kesehatan nasional,” sebutnya.
Melalui sinergi ini, peran BUMN sebagai agen pembangunan dapat terwujud.”Dengan begitu masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan komprehensif,” kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk David Utama.
Kolaborasi klinik pratama Kimia Farma dan IHC pun akan memperluas layanan open provider Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan membuka akses rujukan prioritas dari Klinik Kimia Farma ke Rumah Sakit jaringan IHC.
Adanya klinik utama KFD dan IHC sebagai fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) yang bekerjasama dengan BPJS akan menjadi feeder klinik utama. Sedangkan, kerja sama antara rumah sakit IHC dan laboratorium KFD dalam program rujuk merujuk pemeriksaan laboratorium.
Layanan lain dari sinergi kluster BUMN sektor Kesehatan ini adalah IHC Telemed, dimana tenaga medis pada klinik KF yang tidak memiliki spesialis/sub-spesialis dapat melakukan telekonsul dengan spesialis/sub-spesialis di jaringan rumah sakit IHC melalui aplikasi IHC Telemed.
Plt Direktur Utama IHC Drg Mira Dyah Wahyuni MARS menambahkan, upaya sinergi BUMN ini merupakan tindak lanjut pencapaian visi BUMN untuk menciptakan ekosistem kesehatan di Indonesia, dalam klaster BUMN Kesehatan.
“Hal ini sejalan dengan peran IHC sebagai holding rumah sakit dan membangun layanan kesehatan yang berkelanjutan, melalui kerjasama ini IHC dapat semakin menjangkau seluruh masyarakat," jelasnya. (almushowir)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
