Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2024 | 00.52 WIB

Wajib Tahu! Khasiat Kecombrang Untuk Kesehatan, Berikut Penjelasan Ahli

Bunga Kecombrang - Image

Bunga Kecombrang

JawaPos.com - Bunga umumnya digunakan sebagai penghias dan penyegar mata karena begitu indah dipandang. Jenis bunga tertentu sengaja dipetik dan diletakkan di sebuah ruangan karena aromanya yang dinilai harum dan membuat rileks.

Namun, ternyata ada pula jenis bunga yang dapat dikonsumsi atau termasuk dalam edible flower, salah satunya yaitu bunga kecombrang (Etlingera elatior) disebut juga dengan honje atau kantan.

Selain tumbuhan rempah, kecombrang juga merupakan tumbuhan semak dengan tinggi 1-3 meter, berbatang semu, tegak, berpelepah, dan membentuk rimpang. Rupa kecombrang seperti tanaman hias pisang-pisangan, dengan daun tunggal yang memiliki panjang 20-30 sentimeter, sedangkan lebarnya 5-15 sentimeter, di bagian ujung dan pangkalnya runcing namun rata.

Bunga kecombrang adalah bunga majemuk yang berbentuk bonggol dengan panjang tangkai 40-80 sentimeter. Sedangkan panjang benang sari kurang lebih 7,5 centimeter, putiknya kecil dan putih. Mahkota bunganya bertaju, berbulu jarang, dan warnanya kemerahan.

Bentuk biji kecombrang kotak atau bulat dengan warna putih atau merah jambu. Kerap dijadikan sebagai bahan campuran dan penyedap masakan Nusantara. Di Sumatra, bunga kecombrang dijadikan sambal atau sebagai bumbu gulai khas Sumatera. Di Jawa Barat bunga ini dijadikan lalap yang dihidangkan bersama sambal. Di Banyumas, bunga kecombrang dikukus lalu dijadikan pecel.

Orang Medan menjadikannya sebagai bahan dasar sayur asam karo yang lezat. Lalu, di Sulawesi Selatan, kecombrang dijadikan sebagai bumbu masakan untuk ikan kuah kuning. Sedangkan di negara tetangga, Malaysia dan Singapura menjadikan kecombrang sebagai salah satu unsur penting dalam membuat laksa.

Aromanya yang begitu khas dan kuat membuat kecombrang kerap dijadikan sebagai bahan untuk mengurangi aroma anyir pada makanan laut, seperti ikan dan sebagainya. Selain itu, kecombrang juga rendah kalori. Bunga kecombrang juga mengandung berbagai mineral penting, seperti magnesium, zat fosfor, kalsium, zat besi, potasium, dan zinc. Bunga ini juga mengandung berbagai nutrisi gizi dan nongizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, energi, dan serat.

Meskipun terkenal sebagai rempah-rempah atau campuran bahan makanan, banyak pula kegunaan lain yang dapat dimanfaatkan dari tanaman kecombrang. Kecombrang dapat dijadikan sebagai sabun alami, dengan cara menggosokkan langsung batang semu yang dimiliki kecombrang ke tubuh dan wajah. Dapat juga menggunakan pelepahnya dengan cara menggosokkannya hingga keluar busa yang harum. Menggosokkan kecombrang ke tubuh juga dapat sebagai obat untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit, seperti penyakit campak. Selain itu, kecombrang dapat melancarkan ASI, dan juga dapat membersihkan darah di dalam tubuh. Dirangkum dari website indonesia.go.id

Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. apt. Mangestuti Agil, MS. memaparkan bahwa pada kembang kecombrang memiliki kandungan nutrisi bernilai tinggi seperti asam lemak tak jenuh, protein, asam amino, dan mineral.

Juga ada serat yang sangat tinggi konsentrasinya sehingga sesuai untuk menjaga kesehatan jantung, mengendalikan kadar kolesterol, dan mencegah sulit buang air besar. Ada kandungan kadar asam amino nonesensial tinggi juga berfungsi sebagai antiradang, pendongkrak sistem imunitas, antioksidan, dan antimikroba.

Padahal, kecombrang juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan yang tidak kalah dari tanaman herbal lainnya. Kandungan Nutrisi Kecombrang terdapat dalam 100 gram kecombrang mengandung 34 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:

  • 7 gram karbohidrat
  • 3 gram serat
  • 1 gram protein
  • 1 gram lemak

Tidak sampai di situ, ada pula berbagai zat gizi mikro, seperti kalsium, zat besi, kalium, fosfor, vitamin B, dan senyawa bersifat antioksidan yang terkandung dalam tanaman kecombrang.

Kandungan gizi kecombrang yang memiliki nama latin Etlingera elatior ini adalah jenis tanaman rempah yang banyak ditemukan di berbagai daerah Indonesia, terutama Sumatera dan Jawa. Rempah ini banyak dijadikan sebagai campuran atau bumbu penyedap yang memberikan aroma dan rasa yang khas pada masakan.

Kecombrang dikenal dengan banyak istilah lain, seperti kantan, honje, kincung, asam cekala, atau sambuang. Dalam bahasa Inggris, kecombrang dikenal dengan istilah torch ginger yang diambil dari bentuk kuncup bunganya yang berwarna merah menyerupai obor. Selain itu, beberapa orang juga mengenalnya sebagai red ginger lily.

Dilansir dari laman Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram kecombrang segar mengandung nutrisi, seperti berikut ini.
- Air: 90 gram (g).
- Kalori: 34 kkal.
- Protein: 0,9 g.
- Lemak: 1,0 g.
- Karbohidrat: 6,7 g.
- Serat: 2,6 g.
- Kalsium: 60 miligram (mg).
- Fosfor: 16 mg.
- Zat besi: 1,0 mg.
- Kalium: 650,6 mg.
- Karoten Total: 73 mg.
- Riboflavin (Vit. B2): 0,02 mg.
- Niacin (Vit. B3): 0,8 mg

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore